Pembullyan dan semacamnya memang kerap terjadi di sebuah sekolah. Entah itu sekolah milik pemerintah ataupun sekolah yang dikelola oleh yayasan, seperti sekolah Juna dan Diva. Sekolah yang dikelola sebuah yayasan itu merupakan salah satu sekolah bergengsi di ibu kota. Para siswa yang rata-rata berasal dari keluarga berada seharusnya membuat hal yang tidak-tidak seharusnya tak terjadi. Namun, justru sebaliknya. Memang tidak ada pembullyan karena ekonomi atau tidak berharta, yang terjadi kebanyakan anak-anak yang menyebut diri mereka populer mengejek teman-teman mereka yang dinilai tidak terkenal. Diva beruntung karena sejak memasuki sekolah ini dia menjadi salah satu dari anak-anak populer. Dia tidak meminta untuk dimasukkan ke dalam daftar anak-anak itu, namanya sudah masuk dalam sendirin

