Kemarin adalah hari ulang tahunnya yang keenam belas, dan hari ini dia sudah menjadi siswi berseragam putih abu-abu. Senang? Tentu saja. Beberapa kali Hilda mematut dirinya di depan cermin sebelum turun ke bawah. Dia tidak boleh terlambat pada hari pertama ke sekolah. Kalau bisa menjadi paling awal, dan benar saja, tidak ada seorang siswa pun yang ada di sekolah barunya saat dia tiba. Takut? Tidak, dia sudah terbiasa dengan kesendirian. Penampilannya yang jauh dari kata menarik membuatnya tidak pernah memiliki seorang pun sahabat. Hanya ada teman, itu pun mereka yang memanfaatkan kepandaiannya saja. Hilda Falisha. Dia dikenal bukan karena cantik, melainkan karena kacamata tebal yang selalu bertengger di atas hidungnya. Sering dijuluki Si Mata Empat, setidaknya begitulah teman-teman di se

