Sudah sejak pertama memasuki kafe ini Tasya merasa seperti ada yang mengawasi. Namun, tidak ada seorang pun yang dikenalnya terlihat di sini. Kafe ini tidak mengizinkan anak sekolah masuk, dia sudah membuktikannya, kafe ini aman untuknya. Dia juga tidak akan bisa masuk ke kafe ini seandainya tidak bersama Reinald, pria dewasa yang mengajaknya bertemu. Sekali lagi Tasya menatap sekeliling, tidak ada yang mencurigakan. Pengunjung kafe juga masih belum terlalu banyak, hanya ada beberapa orang dewasa dan pasangan mereka, juga seorang perempuan berkacamata dengan riasan tebalnya duduk tak jauh dari meja mereka. Tasya mencibir perempuan berkacamata itu yang dinilainya sangat tidak bisa berdandan. Alih-alih terlihat cantik, wajah itu terlihat sangat menggelikan. Riasan yang terlalu tebal membuatn

