Setelah dua kali kegagalan yang aku alami dalam sebuah hubungan pernikahan. Rasanya membuatku benar-benar takut memulai lembaran baru, meskipun dengan Mas Arya yang sudah pasti mencintaiku dan tak mungkin menyakiti. Tapi keadaan sudah sangat jauh berubah, ada anak-anak Mas Arya yang butuh sosok ayahnya, ada nyawa yang sedang tumbuh juga dalam rahimku. Kini aku tidak lagi sendiri, melainkan satu paket. "Kamu jangan berpikir bila perceraianku dengan Naya karena kedatanganmu, Ran." "Apakah perceraian akan sesuatu yang baik untuk anak-anak? Tidak adakah jalan lain?" Dia menggeleng pelan. "Pernikahanku dengan Naya sudah tidak baik-baik saja sejak bertahun-tahun yang lalu. Perpisahan kami tidak akan membuat anak-anak kehilangan kasih sayangnya." "Mas Arya bisa menjamin dari mana? Tapi ku ra

