Diantara banyaknya momen duduk di atas hamparan padang rumput di malam hari, dan yang terbaik adalah kala umur tujuh belas tahun, dimana malam itu mereka saling merindukan satu sama lain. Dan Anna tidak pernah melupakan senyuman tulus serta hangatnya tatapan seorang Jonathan Mason yang benar-benar hanya ditujukan untuknya malam itu. Semilir angin menemani dengan senyuman malu malu yang berhasil Anna samarkan tiap kali Jonathan menoleh dalam sela sela berceritanya. “Lord Morris sangat baik, ia memperlakukanku layaknya seorang saudara,” ucapnya penuh syukur. “Ceritakan bagaimana keseharianmu disana?” ujar Anna. “Aku belajar setiap hari, Lord Morris benar-benar meyakinkan banyak orang bahwa aku adalah pria yang perpotensi. Jadi setiap hari aku belajar bela diri, berbisnis, mengatur parleme

