Setelah 3 hari di rumah mami dan papi Dave mereka pun pulang ke rumah. Pagi ini Dave masih saja tidur padahal ia sudah terlambat, sedangkan si kembar sudah pergi ke sekolah.
"Astagaa Mas ini udah jam berapa kenapa gak bangun sih kan hari ini kerja,iih Mas bangun dong" omel Karin
Karin mengguncang tubuh besar Dave yang masih bergelut dengan mimpi nya.
"Eemh hari ini aku gak masuk dulu ya mom,aku ngantuk banget" ucap Dave dengan mata yang masih tertutup.
Karin berkacak pinggang menatap suaminya yang masih tertidur.
"Ga bisa pasti sekarang sekertaris Ars sudah nunggu di depan,ayoo bangun Mas" bujuk Karin menarik tangan Dave.
"Aku sudah memberitahu nya" sahut Dave dari dalam selimut.
Karin menyerah membangunkan Dave dari tidurnya.
"Oke baik lah baik tapi besok harus kerja ya,nanti kalau kamu di pecat mau ngasih makan apa sama anak dan istri" kata Karin kesal.
"Sayang di perusahaan itu aku bos nya"ucap Dave
Karin pergi tidak membalas ucapan Dave.
Di sekolah si kembar,Dave dan Karin sedang menunggu mereka pulang.
"Daddy, mommy"teriak si kembar
Mereka langsung memeluk kedua orang tua nya dan mencium pipi keduanya.
"Aah anak anak mommy gimana sekolah nya lancar?"Karin melepaskan pelukan kedua anak nya.
Dave yang melihat interaksi itu seketika ada rasa hangat yang menjalar di d**a nya. Ia tidak pernah melihat anak nya sebahagia ini saat ia membalikan mainan saja senyum mereka tidak seceria ini.
"lancar dong mom,tapi kita ada tugas membuat video belajar hal baru bersama mommy dan Daddy" jelas Alden bersemangat memberi tahu kedua orangtuanya.
Oh ayo lah ini adalah tugas pertama yang disambut antusias oleh Alden karena sebelum sebelum nya jika ada tugas yang berurusan dengan orang tua Alden dan Alex tidak dapat mengerjakan nya.
“Oh ya, kapan di kumpul emang nya?" tanya Dave.
Dave berjongkok dihadapan kedua anak nya lalu mengusap pucuk kepala si kembar.
“2 hari lagi dad,besok kita di libur kan agar bisa membuat video nya" jawab Alex singkat.
“Baik lah bagaimana kalau kita buat video belajar menanam bunga. karena di rumah kita bunga tidak ada sama sekali,mau kan?" saran Karin.
Kedua anak nya mengangguk setuju dengan saran Mommy nya.
“Ya sudah yuk masuk mobil kita beli bahan dan alat untuk menanam bunga nya" ajak Karin.
***
Di dalam mobil
“Mom aku mau tanam bunga Matahari" ujar Alden.
Sekarang ini mereka sedang perjalanan untuk membeli bahan dan alat menanam bunga.
“mending Alden tanam bunga kaktus saja gampang gak perlu di siram " saran Dave.
“Iya gak perlu di siram,biar nanti anak anak mu main main terkena duri kaktus"sebal Karin.
Dave meringis mendengar ucapan Karin“Hehe ya sudah tanam bunga matahari saja"
Akhirnya mereka sampai di toko tujuan mereka.
“Dad tau gak,memupuk apa yang menghasilkan cinta?"tanya Alden saat mereka ada di dalam toko.
Dave menggelengkan kepalanya, ada ada saja pertanyaan anak nya ini.
“Memupuk hati mu dengan perhatian dan kasih sayang Awwh Lima puluh " ucap Alden sambil meniru salah satu tiktokers yang sedang viral.
Semua menatap Alden heran, bagaimana anak kecil bisa tahu kata kata keramat itu.
“Ya ampun Alden kamu belajar dari siapa kata kata itu?" kata Karin heran melihat anak nya itu.
“Aku ga sengaja denger pak Ujang ngomong gitu ke Bu butet" jawab Alden polos.
“Astaga dad" Karin,Dave dan Alex kompak menepuk jidatnya.
Lanjut mencari alat dan bahan.Alden yang paling heboh saat mencari apa yang di butuhkan seperti monyet yang baru keluar dari kandang nya.
Dave meringis malu melihat kelakuan anak nya yang seperti baru keluar dari goa.
“Maruk banget sih anak gue"batin Dave.
Dave berjalan di belakang istri dan kedua anak nya. Ia menatap sekeliling melihat orang orang yang menggelengkan kepala karena tingkah heboh Alden.
“Mommy" teriak Alden yang langsung mengundang perhatian orang banyak.
“Alden jangan teriak teriak"peringat Alex.
Hanya di balas cengengesan oleh Alden.Alden menghampiri Mommy nya yang berjalan lebih dulu dari mereka.
“ Mom Alden mau bunga matahari nya warna pelangi biar cantik kayak mommy" ujar Alden.
Sambil menggerakkan tangannya seperti bentuk pelangi.
“Astaga Alden mana ada bunga matahari warna pelangi" ucap Dave frustasi karena anak nya.
“Bener tuh dek ga ada bunga matahari warna pelangi yang ada warna kuning" kata sang penjual.
Sedangkan kedua orangtuanya saja bingung dengan pemikiran anak nya apa lagi si penjual.
“ Nih anak baru keluar dari goa kali ya " batin si penjual.
Alden masih tidak percaya“Masa sih ga ada.padahal bunga mawar saja ada yang warna pelangi"
“Iya Alden bunga matahari dengan warna yang kamu mau itu tidak ada,emang kamu lihat dimakan bunga mawar warna pelangi?" tanya Karin penasaran.
“Ya sudah deh besok besok harus ada ya om,Alden lihat di aplikasi Oren punya bu Butet" ucap Alden sambil melenggang pergi ke mobil.
Dave,Karin, Alex dan si penjual menggeleng kepala mendengar ucapan Alden.
“Fyyuhh sebenarnya dia itu dari bibit ku yang mana sih" lirih Dave
“Mas belanjaan saya bisa di kirim ke alamat rumah ini ga kita mau jalan jalan sebentar" kata Karin
“boleh mbak" sahut si penjual ramah.
Di dalam mobil kembali lagi terjadi keributan tentang bunga matahari pelangi.
“Dad mom kita sekarang mau kemana?" tanya Alex kepo
“Kita mau ke toko buku sebentar ya,mom mau beli buku untuk di baca pas kalian pergi" ujar Karin menatap anaknya.
Setidaknya ada satu anak nya yang tidak membuatnya malu itu lah isi pikiran Karin saat menatap Alex.
“Aku juga mau beli mom" kata Alden semangat.
Melihat Alden yang semangat membuat Dave was-was pasti ada saja tingkah anak ini yang membuatnya frustasi.
“Emang Alden mau beli buku apa?"tanya dave
Dave bingung karena setahu dia anak nya yang satu ini malas membaca buku kecuali Alex.
“Buku cara membuat bunga matahari warna pelangi" jawab Alden mantap.
Nah kan, benar apa yang dipikirkan Dave pasti hal hal yang aneh.
“Sampai toko buku itu tutup kamu gak akan ketemu tuh buku" kesal Dave
Dave tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang walaupun ia sedang kesal dengan anak nya.
“Why Dad?"tanya Alden polos.
“karena ga akan ada yang mau buat buku seperti itu buang buang waktu saja" jawab Dave kesal.
Dave semakin kesal mendengar pertanyaan polos Alden. Sementara Karin dan Alex cekikikan mendengar pembicaraan anak dan ayah nya itu.
Akhirnya mereka sampai di toko buku terbesar di kota itu.
“Dad di sini ada yang jual buku dongeng ga?"tanya Alex
Dave menatap anak nya“Ada dong"
“Untung lah anak ku yang satu nya lagi masih waras"lirih Dave
“Mom aku mau beli buku dongeng yah"Alex memberitahu Mommy nya.
Mendengar itu Karin pun mencari rak buku yang berisi dongeng untuk anak anak.
“Alex disini rak nya"Karin melambaikan tangan kearah anak nya.
Alden dan Alex sibuk mencari buku yang ingin mereka beli.
“Kamu mau beli buku apa Mas?"tanya Karin
Karin menatap Dave yang tidak membawa satu buku pun di tangannya.
Dave menggeleng“Ga ada,buku kamu mana?"
Karin menunjuk kan lima buku yang ia pegang. Dave Membantu Karin membawa kelima buku itu ke kasir.
“kalau sudah kalian pergi terlebih dahulu ke mobil yah Dad mau numpang toilet dulu di sini" pamit Dave
Karin menunjukan jari nya yang membentuk ok.
Bohong,Dave bukan mau numpang toilet tetapi membeli buku.
“berapa nih?" tanya Dave menyerahkan dua buah buku.
“50 ribu tuan" ujar si penjual
Dave membayar buku itu kepada si penjual yang pipi nya memerah.
Mungkin karena ia malu melihat judul buku yang di beli Dave,judulnya:cara mengatasi sakit menstruasi wanita dan Semua tentang ibu hamil.
Di perjalanan pulang,Alden dan juga Karin bernyanyi bersama mengiringi perjalanan mereka.