Ketika hati sudah menaruh harapan lebih mendadak harus terpatahkan sungguh membuat luka yang begitu dalam. Tapi kepada siapa harus disalahkan? Takdir mungkin lebih kejam daripada apa yang dibayangkan. Dua kali gagal pada orang yang sama, tentu ini menjadi pukulan terberat pagi Iza. Diam adalah salah satu cara untuk menenangkan amarah dan menangis di kala sendiri untuk meluapkan semua rasa sakit. Tak ada yang curiga bahwa Iza sedang patah hati karena dia memang biasanya irit ngomong dan lebih suka menghabiskan sisa waktu di dalam kamar. Seperti hari ini, begitu dia pulang dari rumah Fajar, Iza langsung ke kamar lalu mengurung diri di dalam kamar mandi. Duduk di dalam bathtub, membiarkan air berjatuhan membasahi tubuhnya. Bohong kalau Iza tak sakit hati atas harapannya yang pupus begitu

