Farida tergolek lemas akibat orgasmenya dengan tangan yang masih terikat. Iksan yang melihat Farida berbaring lemas dan kelihatan tidak nyaman dengan posisi yang terikat menjadi kasihan. Pemuda itu akhirnya melepaskan ikatan di pergelangan tangan Farida. Wanita itu berbaring miring dan Iksan memeluk dari belakang. Pemuda itu belum mendapatkan pelepasannya. Tetapi Iksan masih harus memastikan perasaan Farida. "Aku harap kamu segera mengurus perceraianmu dengan Rahmat," ucap Iksan sambil menciumi belakang leher Farida. "Iya aku janji besok akan segera memproses perceraianku," desah Farida. "Bagus, aku mencintaimu karena itu aku takut kehilanganmu ," bisik Iksan di telinga Farida dan menggigit daun telinga wanita itu. Iksan mengangkat satu kaki Farida dan meletakkan ke atas pinggulnya.

