DOR! Peluru itu bukan hanya menyerempet tubuhnya tapi juga bersarang di kakinya. Matanya terpejam erat merasakan bagaimana timah panas itu merobek jaringannya. Ia menghirup napas perlahan. Berusaha mengatur keseimbangan oksigen dalam selnya agar ia bisa menahan sakit. Ia tidak boleh kelihatan lemah hingga membuat pria sialan itu kegirangan karena melukainya. Maxleon menerjang tepat setelah tembakan itu terlepas. Ia menyibak kasar orang-orang di samping kiri-kanannya. Mencoba meraih Denaya di hadapannya tapi langsung dihadang oleh yang lain. Perkelahian itu pecah tanpa bisa dicegah. Para anak buah Ramon Lawson mulai mengeroyok Maxleon. Melihat kesempatan itu, Denaya ikut bergerak. Tangannya dengan cepat menepis kasar tangan pria yang sedang menahannya. Dengan kaki yang terluka, ia ikut me

