Part 5

1179 Kata
Lizy mendorong tubuh aiden sehingga membuat aiden terdorong sampai jatuh dari tempat tidur nya. Melihat kesempatan itu lizy langsung bangkit dan lari menuju pintu kamar nya untuk keluar. Saat sampai di pintu dan bersiap membuka nya ternyata pintu tersebut dikunci. Lizy masih berusaha membuka pintu tersebut dengan sekuat tenaga. Namun hasilnya nihil. Pintunya tidak bisa dibuka sama sekali. Melihat lizy yang berusaha kabur Aiden hanya menatap setiap gerak gerik lizy untuk keluar dari kamar itu. Aiden hanya berdiri dengan melipat tangannya di d**a nya sambil menyenderkan tubuhnya di lemari pakaian lizy. Tadi nya dia sangat marah mendapatkan penolakannya lizy, tapi bukan Aiden namanya jika belum mengantisipasi semua nya. Yah, dia sudah mengunci pintu tersebut saat dia masuk. Dan kuncinya memang ada padanya sekarang "Mencari ini Baby?" Ucap Aiden sembari memainkan kunci yang ada di tangan nya tersebut. Melihat hal tersebut lizy terkejut kenapa kuncinya ada pada kakak nya. "Lizy mau keluar, buka pintu nya" teriak lizy dengan mata yang berkaca-kaca. Wajah lizy terlihat ketakutan. namun aiden malah makin gemas dengan wajah lizy tersebut karena membuat makin terlihat seksi. Lizy memakai piyama tidur yang sedikit tipis, membuat Aiden berfikir akan lebih mudah baginya merobek piyama tersebut. Aiden mulai mendekat kearah lizy. Lizy yang melihat hal itu terlihat ketakutan. "Jangan mendekat, kak Aiden jahat"yan ucap lizy mulai lirih. Aiden pun menggelengkan kepalanya. Lalu dia menarik kedua lengan lizy. Lizy memberontak dengan keras. Aiden yang mulai kehabisan kesabaran nya menatap tajam lizy. "DIAM" bentak aiden di depan wajah lizy. Lizy pun terlonjak kaget. "Baru satu hari aku pergi, rupanya kau sudah berani sayang. Kudengar kau kemarin kau menemui pria lain bukan, dan mendapatkan bunga. Benarkah begitu baby?" Ucap Aiden di telinga lizy dengan suara berbisik. Yang membuat lizy bergidik karena setelahnya Aiden menjilat tengkuknya. Mendapat perlakuan tersebut dia hanya memejamkan matanya. "Jawab sayang, aku sedang tidak berbicara dengan Patung kan" ucap aiden kembali namun lizy hanya diam dan menangis. Membuat Aiden semakin kesal. Tanpa berpikir panjang aiden pun merobek piyama yang dipakai lizy dengan sekali tarikan. Lalu aiden tersenyum puas. "Kakak apa yang kakak lakukan" teriak lizy kembali. Lizy yang mendapat perlakuan tersebut sangat kaget, dia buru-buru menutupi kedua p******a nya dengan tangan nya. Aiden yang melihat itu langsung membopong lizy dengan paksa, lalu menghempaskan tubuh lizy ke ranjang kembali. Aiden mulai melucuti pakaian yang dia kenakan sekarang. Aiden masih menggunakan kemeja kerja dan celana kain nya, dia memang baru saja sampai di London dan langsung pulang ke mansion untuk menghukum gadis kecilnya ini yang sudah setengah telanjang. Aiden hanya menyisakan celana dalam nya saja lalu merangkak naik menuju ranjang, lalu menindih tubuh mungil Lizy. Lizy hanya bisa menangis dia sudah tidak bisa melawan lagi. Dia hanya memejamkan mata nya dan masih menutupi payudaranya dengan tangan Aiden merasakan semua yang ada pada tubuh lizy sangatlah menggoda baginya. Dia melihat lizy kembali mendapatkan o*****e untuk kedua kalinya. Lalu dia berpindah kembali mencium bibir lizy dengan nafsu yang sudah tidak bisa ditahan nya lagi. "Hari ini kakak akan menjadikan kamu milik kakak seutuhnya sayang, tahan sebentar ini akan sakit tapi kakak janji setelah ini kamu akan menikmati nya" Ucap Aiden berbisik ditelinga lizy seraya mencium leher Lizy. Lizy yang mendengar hal itu langsung menggeleng kan kepala nya tanda dia menolak. Tiba-tiba Aiden melepaskan celana dalam nya memperlihatkan kejantanan nya yang sudah tegang dan besar itu. Lizy yang melihatnya kaget dan langsung memalingkan wajahnya. Sambil menangis Lizy masih memohon untuk di lepaskan hari ini. Apalagi sekarang Lizy sudah full telanjang dengan tubuh penuh dengan kiss mark akibat ciuman yang aiden lakukan. "Lizy mohon kak jangan lakukan ini, maaf kan lizy jika lizy membuat kakak marah. Lizy janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap lizy dengan mata yang terpejam tidak berani melihat tubuh Aiden. "Sstt. Bukan hanya itu saja sayang kesalahan mu, kakak tau jika kamu meminta pulangkan ke orang tua mu?" Ucap Aiden yang berada diatas Lizy. Lizy heran kenapa Aiden sampai tau hal itu. Pantas saja dia tampak sangat marah. "Kamu diam berarti ucapan kakak benar bukan. Sekarang kamu terima hukuman kamu baby" "T-tapi kak lizy kan akhhhh sakit kak" Belum sempat lizy mengakhiri ucapan nya, Aiden sudah mengarahkan kejantanan nya ke v****a lizy. Lizy yang terkejut langsung meringis sakit. "Tahan sayang, sebentar lagi" ucap Aiden yang merasa kesulitan memasuki tubuh lizy. Setelah berusaha akhirnya dia pun berhasil masuk ke v****a lizy. Terlihat darah keluar dari v****a lizy, menandakan dia lah orang pertama yang berhasil mengambil mahkota lizy. Aiden sangat senang akan hal itu. Tapi tidak dengan lizy, dia merasakan v****a nya sangat perih. Karena kejantanan Aiden yang sangat besar memasuki tubuhnya. Sembari menahan sakit, air mata nya pun keluar. Dia sudah gagal menjaga mahkota yang akan dia berikan kepada suami nya kelak. Dan yang paling menyakitkan lagi yang mengambil nya adalah kakak nya sendiri. Aiden pun mulai menggoyang kan pinggulnya maju mundur setelah mendiamkan kejantanan nya di v****a lizy untuk beradaptasi di dalam. Perlahan kejantanan nya mulai menghujam lizy. Sungguh rasa nya sangat nikmat. Mengingat lizy memang masih perawan. Kejantanan nya serasa di remas didalam. Dia menatap lizy yang juga mulai menikmati permainan nya. "Akkhhh kak Aiden mmhh akhhh kak akhhh" Desah Lizy yang sudah tidak bisa dia tahan. Seolah otak dan tubuh nya sangat berlawanan. Otak nya menyuruh berhenti tapi tidak dengan tubuhnya "Ya sayang ucap nama ku sayang akhh" "Kak Aidennhh akkhh" "Kau sangat nikmat baby, jangan biarkan orang lain menyentuh mu selain kakak hhh" ucap aiden sambil meremas p******a lizy. Sambil mempercepat goyangannya menghujam v****a Lizy. Lizy merasakan ada sesuatu yang ingin keluar kembali, dan Aiden pun tau jika lizy akan o*****e untuk ke tiga kali nya. "Kak lizyhh mu keluar akhh" "Tahan sayang kita keluar kan bersama" Aiden makin mempercepat gerakan pinggulnya dan dia pun juga akan mendapatkan pelepasan nya. "Akkhhhh kak Aidennhh akhhhh akhh hahh hammmmp" mereka berdua akhirnya keluar bersama-sama dan aiden pun langsung mencium bibir lizy kembali. Lizy sudah sangat lemas, dengan perlakuan aiden. Dia hanya pasrah sambil mengatur nafasnya. Mata nya sudah sangat berat karena dia sangat lelah dan ingin tidur. Tiba-tiba Aiden mengigit p****g payudaranya yang membuat lizy tersentak, saat dia akan memejamkan matanya. "Siapa bilang ini sudah berakhir sayang, kakak masih menginginkan mu lagi" suara serak aiden menginterupsi agar mereka kembali melakukan percintaan nya kembali. "Lizy lelah kak, biar kan lizy istirahat sebentar" ucap lizy lemah "Tidak sayang. Karena junior kakak sudah bangun lagi, kakak belum puas" "Tapi kak, lizy akhh kak aiden lizy lelahh akhhh ahhh" Ucap lizy terhenti karena Aidwn kembali memasukkan kejantanannya kembali dan langsung menggenjot nya tanpa ampun. Sungguh lizy tidak bisa mengimbangi tenaga dan nafsu aiden saat bercinta. Sepertinya aiden tak merasakan lelah sedikitpun. Mereka bercinta sampai pukul 5 pagi. Padahal Aiden masuk ke kamarnya sekitar pukul 12 malam. Itu oun lizy yang merengek karena sudah tidak sanggup lagi melayani nafsu Aiden. Kakak nya sudah benar-benar tidak waras. Aiden dan lizy pun tertidur bersama. Aiden tak sedikit pun melepaskan pelukan nya di pinggang lizy. Sungguh tubuh lizy membuat nya lupa diri. Sangat nikmat dan membuat nya tidak ingin berhenti. Tapi memikirkan kondisi lizy. " Terimakasih baby, kau milikku selamanya" ucap aiden diakhiri kecupan di kening lizy yang sudah tertidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN