10. Terserah!

1634 Kata

Aku duduk di sofa ruang tamu, memutar cincin yang melingkar di jari manis. Menikmati rasa gelisah dan panas yang berkecamuk dalam d**a. Cemburu, ditahan sakit, mau bilang malu. Aku menghela nafas panjang, Mas Ivan nggak akan mengerti, gimana rasanya tersiksa karena takut kehilangan.   Sudah beberapa hari ini aku dibuat galau. Ditambah beberapa jam lalu, membaca postingan tentang pelakor, di timeline media sosial. Melihat cincin, sambil memikirkan bagaimana Mas Ivan di kantor. Lalu menggeleng, menepis bayangan yang bukan-bukan saat mampir di benakku. Aku memejamkan mata sejenak, menghela nafas berat. Cemburu membuatku kacau berapa hari ini. “Kenapa sih, kayaknya gelisah banget?” Mama yang tadinya sibuk mengecat kuku, terusik juga dengan kehadiranku. Aku mendesah pelan, “Ma, gimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN