9. Cemburu

1453 Kata

"Gimana sekarang perutnya?" tanya Mas Ivan, yang baru saja masuk ke kamar. Ia seakan peduli tapi aku yakin cuma sekedar basa-basi. "Udah enakan," jawabku, malas. "Kenapa nggak makan?" tanya Mas Ivan. "Aku nungguin Mas, sayangnya udah makan diluar." Ia menarik nafas panjang, "lain kali nggak usah ditunggu." Dengan mudah ia menjawab begitu, seenggaknya minta maaf, kek. Aku menaikkan selimut hingga leher. "Mas ngantor aja, pasti udah ditungguin kan?" Mas Ivan mengerutkan keningnya, "yakin, nggak papa kalau ditinggal." Nggak menjawab, aku tidur memunggunginya. Nggak peka banget jadi orang, dasar nyebelin! "Kenapa?" tanyanya, "dari tadi malam kamu uring-uringan?" Aku diam. "Masalah Mas jujur semalam?" "...." "Makanya nggak pernah mau bahas." Aku bungkam. Lebih baik mendengar kejuju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN