"Loh kok udah pulang?" tanya Alisa, yang duduk di sofa menonton televisi. Ia menoleh ke arahku yang baru saja masuk, lalu gadis itu membekap mulutnya, "kamu kok jadi ancur banget sih?" Aku berhenti melangkah, saat di depan Alisa. Kuhela nafas dalam saat mendengar Alisa mengekeh. "Kamu nangis ya? Kan tadi udah aku ingetin jangan nangis." Alisa masih meracau. Aku hanya mengedikan bahu, enggan menanggapi. Berjalan menuju kamar mandi, yang berada di luar kamar. Membasuh wajah yang sudah belepotan. Entah bagaimana jadinya mukaku saat ini, sampai Mas Ivan dan Alisa menertawaiku. Udah nggak peka, nyebelin! Rasa panas dan kesal menyeruak dalam d**a. Astaghfirullah, Mas Ivan benar-benar membuatku kacau. Setelah selesai, aku masuk ke kamar. Meletakkan clutch dan ponsel di atas kasur. Perut tera

