Berapa minggu ini, aku menghabiskan waktu membantu di rumah makan Umi. Membunuh rasa bosan, karena di rumah pun merasa kesepian. Semua orang sibuk dengan rutinitas masing-masing. Mama dengan kehidupan sosialnya dan yang lain sibuk di kantor. Di sini awalnya canggung, tapi setelah seminggu berlalu aku terbiasa dengan keluarga ini. Mereka menerimaku dengan sangat baik. Ada satu hal yang membuat kurang nyaman, karyawan di sini memakai hijab panjang. Membuat sedikit tidak enak, karena beda sendiri. Nisa pun sangat lembut, dan ramah. Pantas saja Mas Alfin, dibuat jatuh cinta. Aku yang sedang menggoreng ayam, melirik ke arah gadis itu. Saat ini, ia duduk dan tersenyum menatap ponsel yang ada dalam genggamannya. "Ciye, yang semalam dilamar," goda Andin yang sedang memetiki sayur, menyenggol le

