13. Mati Rasa

1349 Kata

Aku duduk menekuk lutut di atas tempat tidur. Mengamati lingerie merah jambu, yang terbentang di hadapan. Kalau Mas Ivan bukan kakak sepupu, mungkin tak ada masalah memakainya. Sudah bisa kutebak, ia pasti menggoda dan menertawai habis-habisan. Ketika melihat aku memakai baju kurang bahan ini. Menggeleng, aku menepis pikiran yang bukan-bukan, yang saat ini melintasi benak. 'Nggak ... nggak! Pasti bakal malu-maluin.' Namun, saat ingat Linda yang mencoba menggoda Mas Ivan, sungguh! Rasanya sangat geram. Masa istri sah, kalah sama penggoda? Benar-benar tidak lucu. Aku menoleh ke arah pintu yang berderit, tampak Mama berdiri di tengah pintu yang terbuka. Ia mengerutkan kening saat melihatku, dilanjutkan dengan berjalan mendekat. "Kenapa lagi? Jangan bilang kamu nggak mau pake," kata Mama s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN