Chapter Twenty Eight

1232 Kata

Seminggu sebelumnya... "Perbanmu sudah aku ganti. Dan jangan lupa untuk meminum obatnya," Ucap Olin sambil merapikan kotak P3K milik Dimitri lalu meletakkannya kembali di tempat semula. "Iya, sayang. Aku mengerti." Dimitri yang tengah berbaring disofa endak turun dari sana, tapi tidak jadi karena Olin berbicara. "Kau mau kemana?" "Mengantarmu pulang," Olin menggeleng. "Tidak usah. Lebih baik kau istirahat disini saja. Biar aku pulang sendiri," "Tapi, Lin--" "Tetap disini atau aku tidak akan berbicara denganmu lagi." Ancam Olin. Dan sepertinya itu berhasil ketika melihat Dimitri menghela nafas. "Baiklah. Hati-hati dijalan. Telpon aku jika sudah sampai dirumah. Katakan pada Al jika aku merindukannya," "Iya," Olin berjalan kearah pintu. Tapi saat hendak membuka pintu, ia menoleh pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN