Pemburu dan Putri Salju

1838 Kata

"Kamu udah tidur, belum?" Aku memandang spion dalam mobil sembari mengusap-usap bibir setelah mendapatkan 'salam tempel' dari Mira. s**l. Inilah mengapa jadi ganteng adalah petaka. "Belum." Mendengar balasan Angkara, aku tersenyum kecil. Mobil masuk ke garasi. Sepanjang jalan, kami mengobrol panjang sampai aku naik ke atas. Panggilan kumatikan dan kuganti dengan panggilan video. Ia sedang menelungkupkan badan dengan rambut agak berantakan. "Abis ngapain kamu?" tanyanya. "Abis nyari sesuatu." Aku meraih gitar, lalu menyetel senar. "Nyari apaan?" Angkara mengernyit. "Nyari rindu kamu." Senyumku terukir. Ia mendesis. Aku terkekeh dan mulai mengetes instrumen musik itu. "Kamu mau denger lagu apa?" "Apa aja, deh." "Aku nyanyiin Silampukau yang ini." Mulai kumainkan intro lagu Aku Dud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN