Sejak beberapa menit lalu, aku menopang kepala dan memerhatikan Angkara mengerjakan tugas dari samping. Ia terlihat sangat fokus. Wajahnya serius. Saking serius, tak diacuhkannya aku. Aku meletakkan dagu di tangan yang terlipat di meja. Sampai detik ini, ia tak menoleh. Kertas-kertas di hadapannya menyita lebih banyak perhatiannya. Aku tak berkedip mengamatinya. Beberapa helai rambutnya jatuh membingkai wajah. Jika besarnya cinta bisa dihitung dengan angka, mungkin akan sebanding dengan menghitung jarak bumi dengan galaksi terjauh. Aku tertawa tak bersuara. "Mau dibantuin?" tawarku. Angkara mengangkat tangan, memintaku diam. Aku terkekeh. Kubiarkan ia fokus dengan tugasnya. Aku memerhatikan keadaan perpustakaan yang lengang. Lantaran bosan, aku memutuskan menengok rak dan mengambil be

