Gara-gara Adeeva, aku ditinggal seorang diri di rumah orang asing yang membuatku membisu selama makan malam berlangsung. Aku tak banyak bicara. Saat ditanya pun, hanya menjawab sekadarnya. Obrolan didominasi orang tua Sabas yang membicarakan seputar cabang kafe di Malang yang dikelola anak sulung mereka. Bahkan sampai makan malam selesai, aku tak banyak bicara. Om Andre mengangsurkan sebuah bingkisan biru dengan tali ungu saat aku menunggu di ruang tamu lagi. Kupandangi bingkisan tersebut dengan sebelah alis terangkat. "Ini hadiah buat kamu. Bukan sogokan, ya. Om cuma mau kasih ucapan terima kasih," tuturnya. Kuterima bingkisan itu dengan senyum malu-malu tapi mau. "Makasih, Om." "Kapan-kapan main ke sini lagi. Tante akan buat kudapan yang enak banget," kali ini Tante Dewi yang berujar

