Mega Mentari

3527 Kata

"Angkara Devanagari." Awan yang kuperhatikan di luar tampak kelabu, seperti tak tahan untuk menumpahkan air ke bumi. Sepanjang jam mata kuliah Bahasa Sansekerta, yang kulakukan hanya bertopang dagu, mengetuk pulpen ke atas buku, dan melamun memandangi potongan awan gelap. "Angkara Devanagari? Nggak masuk?" Aku mendengking kesakitan merasakan cubitan di paha. Menoleh, kulihat Adeeva mendelik dan mengedikkan kepala menuju Bu Desi. Dosen berwajah kalem itu celingukan. Begitu tanganku terangkat, ia melemparkan pandangan ke arahku. "Angkara Devanagari?" tanyanya sekali lagi. Aku mengangguk. "Tolong baca aksara devanagari di latihan tugas nomor dua dan terjemahkan." Aku memandang kertas latihan tugas, menghadapi barisan aksara devanagari yang rapi dan belum kucoret—padahal seharusnya hari i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN