Sampai hari ini, aku belum menemukan pekerjaan yang pas. Beberapa kali aku mencoba peruntungan dengan memasuki kafe untuk mendapatkan posisi apa pun, tapi aku tak pernah bisa bekerja dengan baik. Baru beberapa hari saja, aku sudah menjatuhkan gelas dan menumpahkan makanan di dapur. Menjadi baker pun tak memungkinkan. Kendati memiliki lidah tajam, aku tak bisa membuatnya. Tidak seperti Mama atau Marseille. Entahlah, sepertinya satu-satunya bakat yang kumiliki hanyalah makan. Padahal beberapa hari lagi aku harus mengikuti kegiatan Malam Keakraban. Artinya, aku harus menyiapkan banyak barang untuk kubawa ke hutan. Kuamati untuk sekian kali daftar barang yang wajib dibawa panitia, baik barang pribadi maupun kelompok. Belum lagi iuran-iuran yang banyak. Sungguh s**l! Seandainya aku punya alasa

