"Yang kemarin naruh gulungan kertas sama bunga mawar di tasku kamu, bukan?" Claudia bertanya sambil bertolak pinggang. "Nggak suka, ya?" Ia menyengir. "Suka. Tapi, aku nggak suka mawar. Kalau mau beliin bunga tuh tanya dulu." Aku terkekeh. "Terus, udah baca isi kertasnya?" Anggukan kepalanya membuatku tersenyum tipis. Melihat senyum terukir di bibirnya saja sudah membuatku tenang. Claudia duduk di sebelahku. Aku mengangsurkannya sekaleng soda dan diterima. Sembari membuka pengaitnya, ia berkata, "Eh ya, aku punya ini. Mau baca, nggak?" Ia merogoh tas, lalu menyerahkan jilidan kertas. Di bagian sampul terdapat tulisan: AD INTERIM by Mega Mentari. Aku membuka halaman demi halaman, membaca sekilas, dan menyunggingkan senyum. Kudengar ia menjelaskan tentang inti dari cerita ini. Berkisah

