Bab 27. Menikahi Ina Secepatnya

1527 Kata

Hari menjelang malam dan Ina masih berada di kantor. Lampu-lampu di lantai lima sudah banyak yang dipadamkan, menyisakan cahaya temaram dari komputer dan beberapa sudut koridor yang masih aktif. Suasana sunyi, nyaris hampa, hanya terdengar suara keyboard dari kubikel Ina dan suara kipas CPU yang menderu pelan. Kali ini dia benar-benar harus lembur. Bukan karena ingin, tapi karena harus. Revan baru saja mengeramasi tim marketing habis-habisan pagi tadi. Jadwal pembukaan Souri Cafe by SeleraKita yang seharusnya launching sebelum akhir tahun terpaksa ditunda. Semua promosi grand opening dinilai berantakan. Bahkan konsep menunya disebut Revan "tidak punya jiwa." Ina menghembuskan napas panjang, menatap layar laptopnya yang penuh coretan digital. “Aku harus kurasi kayak gimana lagi biar Pak R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN