Bab 24. Service Mantap Anti Selingkuh

1305 Kata

Napas Gita tidak beraturan ketika tubuhnya ambruk di kasur. Sprei putih kusut menyelimuti punggungnya yang masih basah oleh peluh. Di sebelahnya, Aldo terbaring dengan napas memburu. d**a pria itu naik-turun cepat, seperti baru saja melewati medan perang. Gita menoleh ke samping, menatap pria itu yang kini tersenyum lebar dengan mata terpejam. Kepuasan terpancar jelas dari ekspresi wajahnya. "Senyum ngapain, Mas?" tanyanya, menggoda, sambil menyikut pelan perut sang suami. Aldo membuka satu matanya, lalu memeluk tubuh Gita tanpa menjawab. Ditariknya tubuh ramping itu mendekat, kulit mereka saling menyatu, dan panas tubuh pria itu menjalar ke dalam tulang Gita. "Enak," katanya, jujur. Bibirnya kemudian mengecup pipi Gita pelan. "Pokoknya kalau soal ini, kamu yang terbaik," lanjutnya. Gi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN