Bab 25. Kunjungan Aldo yang Mendebarkan

1346 Kata

Aldo?" suara Isti terdengar ragu ketika mendapati sosok pemuda itu kembali berdiri di depan pintu rumahnya. Nafasnya langsung tertahan. Tubuhnya yang tadi tegak, perlahan mengendur. Pandangan matanya melemah. Sejak rahasia besarnya terbongkar—rahasia yang selama ini ia kubur rapat di balik senyuman dan keramahan seorang ibu dan istri—kehadiran Aldo tidak lagi sama. Ia tak pernah bisa benar-benar tenang setiap melihat lelaki muda itu. Ada ketakutan yang membayang. Kecemasan yang tak bisa ia tepis. Bagaimana jika kedatangannya kali ini bukan sekadar basa-basi? Bagaimana jika Aldo akhirnya memutuskan untuk membuka semuanya pada Irlan—tentang pengkhianatan yang ia lakukan, tentang hubungan terlarang yang begitu ia nikmati? "Siang, Bu," sapa Aldo, senyumnya ramah. Seolah tidak membawa beban a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN