Bab 19. Perselingkuhan Dengan Brondong

1400 Kata

"Kamu nggak perlu repot-repot sampai bawain bakpia segala," kata Isti dengan wajah sumringah yang sulit disembunyikan. Meskipun ucapannya terdengar seolah meremehkan oleh-oleh itu, ekspresi di wajahnya justru menunjukkan kebahagiaan yang jelas terpancar. Kedua matanya berbinar melihat kotak kecil berisi bakpia kering yang baru saja diserahkan Aldo. Aldo terkekeh pelan. Senyum ramah yang dibuatnya begitu meyakinkan. "Nggak repot kok, Bu. Lagian di sana juga nggak terlalu sibuk. Ada waktu buat cari oleh-oleh buat Ibu," ucapnya tenang. Tentu saja semua itu hanya karangan. Bakpia itu ia dapat dari teman kostnya yang baru saja pulang dari Jogja. Ia bahkan belum pernah menginjakkan kaki di kota gudeg itu dalam setahun terakhir. Tapi, senyum manis Isti cukup jadi alasan kuat baginya untuk tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN