Hari itu akhirnya datang—hari yang harusnya menjadi puncak kebahagiaan bagi dua insan yang hendak menyatukan hidup. Tapi tidak bagi Aldo. Ballroom hotel mewah itu telah disulap menjadi lautan putih gading, dipenuhi bunga segar beraroma lembut yang memenuhi udara. Tamu-tamu undangan tampak elegan dengan setelan formal mereka, duduk rapi, berdiri membentuk lingkaran obrolan, saling bersalaman dengan tawa rendah dan jargon bisnis. Ya, bisnis. Di tempat seharusnya cinta menjadi pokok cerita, justru pembahasan mengenai margin keuntungan dan ekspansi jaringan yang lebih mendominasi percakapan. Aldo berdiri tegak di tengah keramaian itu, mengenakan setelan jas hitam dengan dasi abu tua yang dipilihkan langsung oleh Erika. Di sampingnya, Gita tampak memesona dalam balutan gaun putih dengan poto

