Bab 25. Panas Dingin

1055 Kata

Danira yang duduk di samping Mas Tejo, melirik mantan suaminya itu memegang setir mobil erat. Danira menelan saliva, melihat urat tangan Mas Tejo yang begitu… hem… bagaimana harus mengatakannya. Kalau urat tangan Mas Tejo membuat Danira menjadi tergoda untuk menyentuh dan mengelus tangan lelaki itu. Katakan saja dia gatal pada mantan suaminya. Lagian dia gatal juga pada Mas Tejo yang pernah melihat seluruh tubuh Danira tanpa sehelai benangpun. Sekarang Danira begitu ingin sekali dibelai oleh Mas Tejo. Danira merapatkan pahanya, lalu menggigit jempol dan menatap keluar dengan merasakan bagian bawahnya yang basah. Saat sebelum pergi ke kantor tadi. Danira bertengkar dengan ibunya, wanita paruh baya itu sudah melarang Danira untuk bekerja. Bukan Danira namanya, kalau dia bisa dilarang oleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN