Tejo yang masih di dalam kamar hotel. Terjebak dalam situasi yang membuat dirinya tidak nyaman. Apalagi melihat air mata Dek Danira yang terus turun. Bagaimana Dek Danira begitu frustasi sekali. Aduh. Tejo mau peluk Dek Danira sekarang. Tidak mau wanita itu menangis, dan tampak begitu terpuruk sekarang. “Ibu! Jangan pikirin malu keluarga. Coba Ibu pikirin Danira sekarang. Memangnya Danira ini bukan anak Ibu? Kenapa Ibu lebih perhatian sama Mas Dimas Hah?!” Tanya Danira dengan napas tersengal dan sudah emosi melihat Ibu. Ia tidak mau menjadi anak yang melawan pada ibunya. Namun Ibunya tidak mengerti dengan perasaan Danira. Masih saja memikirkan dirinya sendiri, tidak memikirkan Danira. “Kamu memang buat malu! Menikah empat bulan lalu cerai. Kamu sekarang mau membatalkan pernikahan juga?

