Tejo menarik napasnya perlahan dan melepaskan secara perlahan. Kini lelaki tersebut sudah berdiri di depan rumah Danira. Dia tahu, kalau kemarin tidak sopan sekali rasanya meninggalkan Ibu yang sedang berbicara dengannya, lalu pamit pulang ke rumah. Tejo masih tidak habis pikir. Kenapa Danira bisa-bisanya bicara pada Ibu tentang perangai yang tidak pernah dilakukan oleh dirinya. Bahkan Tejo tidak pernah memikirkan sama sekali, kalau dirinya berselingkuh dan mencampakkan Danira karena tergoda oleh wanita lain. Tidak pernah ada terlintas di dalam pikiran Tejo melakukan itu semua. “Mau apa kamu kemari?” Tejo menatap Ibu yang keluar dari dalam rumah. Menatap Tejo dengan tatapan tajamnya. “Teddy mau bertemu dengan Ibu, mau membicarakan sesuatu sama Ibu dan Danira. Teddy boleh masuk ke da

