Danira melirik jam di pergelangan tangannya. Waduh! Keasikan di ruangan Mas Tejo malah Danira lupa kalau dirinya harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan jangan leha-leha dan malah pegangan tangan dengan Boss— yang menjadi mantan suami Danira. “Mas… Danira mau keluar. Mau kerja, ini hari pertama Danira loh Mas. Ndak pantas kayaknya Danira di ruangan ini terlalu lama Mas. Apa kata karyawan kamu nanti Mas.” Danira menatap ke mata teduh Mas Tejo. Duh! Jantung Danira berdetak kencang lagi. Seakan jantung Danira bakalan copot sekarang. Jangan natap Danira kayak gitu Mas! Danira nggak kuat. Mau narik Mas ke Pak Penghulu terus Danira yang ngucapin ijab qobul! EHH?! “Ndak usah pikirin tentang karyawan lain Adek cantik. Kamu itu lagi sakit, Mas ndak mau kamu sakit. Kalau kamu sakit. Mas jug

