Hari kembalinya Kayana.. Zap! “Akkhh!” Tubuh Kayana keluar dari cermin dan langsung menabrak sofa, gadis itu berteriak kaget sekaligus kesakitan. Mual yang Kayana rasakan semakin menyiksa, dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Akhirnya, gadis itu memuntahkan isi perutnya. Dia tidak tau kalau cairan yang keluar itu mengotori kain putih yang menutupi sofa milik Jovan. Bau muntahan Kayana cukup menyengat, gadis itu berjalan terhuyung. Sekelilingnya gelap, Kayana tidak bisa melihat apapun. Mengusap sudut bibirnya yang basah menggunakan punggung tangan. Matanya masih mencoba membiasakan diri dengan keadaan yang gelap gulita. "Gue dimana?" monolog gadis itu. Meski belum sepenuhnya paham akan kondisi dan situasinya, Kayana merasakan ada seseorang yang tengah berjalan mendekat ke arahnya

