Aku menatap hamparan luas lapangan sepak bola SMA tempatku menuntut ilmu, jarum jam menunjukan pukul setengah tiga sore dan aku masih tertahan disini. Bukan tanpa sebab aku berlama-lama di tempat ini. Bukan juga karena aku sangat mencintai sekolahku. Satu alasan, hanya satu alasan itulah yang membuatku mau berlama-lama disini sementara aku bisa saja pulang dan beristirahat. Adikku. Itulah alasan kenapa aku masih ada disini. Hari ini aku mendengar akan ada tawuran antar SMA, lagi. Dan Adikku yang gemar terlibat dalam tawuran mau tak mau membuatku harus ikut campur, menjaga dan melindunginya agar tidak lecet sedikit pun. “Dugaan gue nggak pernah salah kalo soal lo" Aku menoleh dan mendapati teman dekatku, Ian. "Udah berapa kali gue bilang, stop belain dia, Daniel. Apa lo nggak capek j

