Randy mendudukkan tubuh Rayana di tepi ranjang, ia lalu berjongkok di depannya sambil menggenggam tangan Rayana. “Apa masih sakit?” Randy bertanya tentang rasa sakit yang Rayana tadi rasakan karena ulahnya. Rayana menggeleng dengan kedua pipi bersemu. Kenapa Randy harus mengingatkan dirinya lagi tentang kejadian tadi? Kan malu. “Maaf ya, gue tadi terlalu bersemangat, gue sampai lupa kalau itu pengalaman pertama lo. Tapi kalau emang masih sakit, kasih tau gue.” “Buat apa?” Rayana menatap kedua mata Randy. “Ntar gue bantu obati.” “Hah!” Rayana seketika langsung menggeleng, kalau Randy membantunya untuk mengobati lukanya, itu sama saja Randy akan melihat miliknya lagi. “Gak!” tolak Rayana langsung. “Lah, kenapa? kan gue yang udah buat lo sakit, jadi gue harus bertanggung jawabkan?” “

