Cahaya matahari pagi menyeruak masuk melalui tirai jendela. Mata Violeta mengerjap-ngerjap, tangannya menutupi mata karena silau. Ia menggerakkan tubuh, tapi terasa sakit semua. “Ngghhh ….” Violeta mengerang kesakitan. Bram yang masih tertidur pulas seketika terbangun mendengarnya. Dia langsung terduduk dan menatap lekat ke arah sang istri yang sedang berusaha untuk duduk. “Sayang, kamu kenapa?” Bram membantu Violeta untuk duduk. “Apakah badanmu sakit?” Violeta mengangguk sambil menunduk. Dia sangat malu untuk menatap wajah Bram. Bayangan percintaan panas mereka sepanjang malam, kini menari-nari dalam benaknya. Wajahnya yang putih kini berubah merah. Bram mengulum senyum. Dia tahu jika istrinya tersebut sedang menahan malu yang teramat sangat. Dipegang dagu Violeta hingga wajahnya men

