Bram memeluk erat tubuh Violeta dari belakang. Pada saat itu Violeta sedang berseteru dengan Bianca. Entah bagaimana bisa bertepatan mereka berdua datang ke kantor. Violeta menjambak, mencakar, menendang, dan menginjak-injak tubuh Bianca. Sementara Lina tidak bisa berbuat apa-apa, sebab dia ketakutan melihat sikap Violeta yang sangat berbeda. Pada saat itu, Violeta benar-benar seperti seorang petarung yang tak membiarkan lawannya bernapas sedetik pun juga. “Vio, Honey. Tolong dengarkan aku.” Bram semakin mengeratkan pelukannya. “Lepasin! Aku mau ngasih pelajaran sama wanita ular yang gak tau diri ini!” Violeta berusaha melepaskan diri dari Bram. “Bram, to-long a-ku. Sshhh … sa-kit ….” Bianca merintih kesakitan. Hati Violeta semakin memanas mendengarnya, apalagi ia memperhatikan sikap

