Malam itu, setelah Violeta berhasil menidurkan Berlin, ia pun menuju balkon. Ia berdiri sambil memandang indahnya gemerlap malam Kota Metropolitan Jakarta. Kini, balkon menjadi tempat favoritnya untuk menenangkan pikiran. Semenjak dirinya menjadi istri Bram, hanya balkon tersebutlah yang menjadi tempat ternyaman baginya untuk menenangkan pikiran. Jika dulu setiap ia ada masalah, maka akan ke clubbing untuk menghilangkan penat. Namun, sekarang Bram selalu tidak mengizinkannya. “Hhhh … aku kangen suasana clubbing untuk ngilangin stres. Ngedugem bareng teman-teman dan —” “Dan Jerry tentunya, hmmm!” Violeta yang sedang berbicara seorang diri, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Bram yang langsung menyela ucapannya. Ia menoleh dan menatap sang suami yang kini berjalan ke arahnya dengan ke

