Violeta histeris sambil memeluk tubuh mungil Berlin yang demam tinggi. Bram berlari mendengar suara teriakan Violeta. “Sayang, ada apa? Berlin kenapa?!” Bram ikut panik. “Cepat bawa ke rumah sakit. Berlin demam tinggi.” Violeta menggendong Berlin sambil berlari. “Kamu duluan siapin mobil. Cepat!” Bram berlari menuruni anak tangga, laku menuju garasi mobil. Dia mengeluarkan mobil. Violeta langsung masuk dan duduk di samping kemudi sambil memeluk erat tubuh Berlin. Kemudian Bram melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan menuju rumah sakit. “Sayang, sabar ya. Sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit.” Violeta menciumi wajah Berlin sambil beruraian air mata. Tidak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit. Berlin langsung ditangani oleh dokter. Kini bocah tersebut sedang b

