Haris dan Sinta mengembuskan napas panjang. Apa yang dikatakan Ida membuat keduanya merasakan perasaan yang campur aduk antara gelisah dan juga lega. Tanpa mau berlama-lama, Haris mengajak Ida untuk kembali ke kantor polisi, dan untungnya saja Ida bersedia, sehingga mereka langsung berangkat. Di dalam mobil, Sinta kembali menelpon Violeta untuk menyuruh sahabatnya itu datang ke kantor polisi di daerah tersebut. Namun, entah mengapa Violeta tidak kunjung menerima panggilan darinya membuat Sinta merasa kesal sendiri. "Gak papa, nanti kamu bisa coba telepon lagi. Sekarang kita berdoa aja, semoga anak yang dibawa sama Bu Ida ke kantor polisi tuh emang Berlin." Haris berbicara dengan mata yang tetap fokus menatap jalanan. "Benar kok anak itu namanya Berlin. Dia ganteng, gemuk juga, dan keli

