Bab 29

1031 Kata
Eric berusaha memejamkan matanya, namun berulang kali dia selalu gagal. Dia sangat kesal dan bingung bagaimana bisa menghadapi semua ini tanpa sihir. Setelah dipikir lagi, hidup tanpa sihir sangat sulit baginya apalagi saat nyawanya terancam. Eric menoleh ke arah jendela, menatap dari samping, dia berharap Thalia saat ini baik-baik saja. Dia tidak ingin ada lagi orang yang mengganggu mereka. Thalia menatap ke arah jendela dan tersenyum, dia tau jika Eric terus memperhatikannya sejak tadi. Ingin rasanya tidur bersama dengan Eric agar merasa nyaman, namun sayangnya mereka tidak diperbolehkan melakukan hal itu. Mereka saat ini sudah menjadi manusia, tentu saja mereka harus mengikuti budaya kehidupan manusia seutuhnya. Thalia juga merasa gelisah, dia takut jika Lev memang penyihir. Jika itu benar, hidupnya mungkin akan terancam. Thalia mengambil handphonenya untuk mengetikkan pesan kepada Eric, dia khawatir jika Eric terluka atau terjadi sesuatu. Mendapatkan pesan dari Thalia, Eric lalu membuka jendela kamarnya. Dia menatap jendela kamar Thalia dan melambaikan tangannya. Dia tersenyum menatapnya, matanya menyiratkan kalimat, “Aku baik-baik saja.” Setelah melihat wajah Eric, Thalia lalu melambaikan tangannya dia menutup jendela dan kembali tidur. Sesulit apapun Thalia memejamkan matanya, dia masih sibuk memikirkan keselamatannya. Namun perlahan semakin larut malam, Thalia memejamkan matanya. Saat pagi tiba, seketika Bella panik karena bingung mencari keberadaan Thalia. Saat dia mengetuk pintu kamar anaknya, sama sekali tidak ada jawaban. Bella khawatir dan langsung membuka kamar Thalia, dia terkejut saat tidak ada siapapun di kamar. “Thalia! Dimana kamu Nak?” panggil Bella. Dia kembali ke bawah dan mengitari seluruh ruangan rumah. Sekeras apapun Bella memanggil, tidak ada tanda keberadaan Thalia. Bella semakin panik, dia tidak tau dimana Thalia. Smith terbangun karena suara Bella yang panik. “Ada apa sayang? Kenapa kamu sangat panik?” tanya Smith kepada Bella. Istrinya terlihat panik, sudut matana terlihat ada bekas air mata. Smith lalu menarik Bella dalam pelukannya dan mengusap kepalanya penuh dengan rasa sayang. “Tenanglah Bella, ada apa sebenarnya sampai kamu panik seperti ini? Katakan kepadaku, ada apa?” ucap Smith tersenyum menatap Bella. Istrinya tak sanggup berkata-kata, bibirnya terasa kelu menatap Smith. Tangannya sampai bergetar ketakutan. “Thalia, dia tidak ada di kamar.” Smith lalu segera berlari menuju sekeliling rumah, meneriaki Thalia, namun dia tak kunjung menemukan putri tunggalnya. Smith ikut panik, dia membuka pintu rumah, dia segera mencari Thalia di luar, di garasi dan taman. Sayangnya tidak ada sama sekali. Eric menghentika menuntun sepedanya di rumah Bella. Dia segera masuk ketika tau pagarnya dibuka, dia melihat Smith dengan Bella yang panik sembari meneriaki Thalia. “Yaampun, ada apa tuan dan nyonya Smith? Kenapa kalian panik begini?” tanya Eric. Bella lalu datang berlari kecil menghampiri Eric, dia menggenggam tangan Eric, terasa tangan Bella yang basah dan dingin, dia merasakan jika Bella ketakutan dan sangat panik. “Thalia, dia menghilang.” Eric membulatkan matanya mendengar hal itu, dia tidak menyangka jika Thalia tiba-tiba menghilang begini. Eric mencoba mencari Thalia, namun dia tidak bisa menggunakan kekuatannya saat ini, terlalu sulit menjangkau membuka kekuatan sihirnya di sini. Dia hanya bisa konsentrasi saat berada di lautan luas. Eric mencoba mencari Thalia di lautan. Dia meminta bantuan Dion dan Albert serta Titan untuk membantunya ke lautan. Dia sangat beruntung dan berterima kasih kepada mereka bertiga karena membantunya. Percaya atau tidak, mereka bertiga membantu Eric untuk ke lautan. Saat mereka tiba di sana, Eric segera berlari menuju lautan dan segera masuk ke dalam air. Mereka bertiga sangat terkejut dan takjub melihat apa yang dihadapan mereka. Eric berubah kakinya menjadi sirip duyung, sangat cantik dan berkilauan. Titan awalnya hendak mengambil foto, namun dicegah oleh Dion. “Jangan ada yang mengambil gambar, justru kita harus melindunginya. Bagaimanapun juga, dia itu duyung yang harus dilestarikan. Jangan sampai ada manusia sejenis Lev yang tamak dan berusaha menghancurkan semuanya. Eric sangat menderita, dia tidak bisa konsentrasi mencari keberadaan Thalia. Dia akhirnya memilih melakukan Telepati untuk memanggil Alrez. Hingga detik ini dia tidak juga mendapatkan jawaban Alrez. Malah Chloe yang datang menemui Eric. “Selamat datang kembali Eric, ada apa gerangan sampai membuatmu tergesa-gesa kembali ke sini? Apa terjadi sesuatu di daratan? Apakah kau mengalami sesuatu yang membuatmu sampai kemari?” tanya Chloe menatap Eric dengan tatapa serius. Eric mengangguk. “Iya, Thalia. Ini tentang Thalia, ternyata Lev adalah penyihir asli kota Balkan, dialah yang sudah membuat aku dengan Thalia terjebak dalam situasi rumit ini. Thalia menghilang, aku tidak bisa melacak keberadaannya.” Chloe membulatkan matanya karena terkejut dengan laoiran yang dibuat oleh Eric, dia tidak menyangka jika hilangnya Thalia sama dengan hilangnya Alrez di lautan. Sudah tiga hari Alrez tidak kembali melaporkan keadaan lautan luar. Dia tidak menyangka jika keduanya menghilang. “Sama, Alrez juga menghilang. Penyihir Balkan katamu? Kita dalam masalah besar, dia bukan penyihir biasa, leluhurnya dulu pernah menggunakan darah asli duyung untuk memperpanjang umurnya. Bagaimanapun juga, kita harus bisa menemukan mereka berdua. Entah kenapa aku sangat yakin jika Alrez dengan Thalia diculik oleh orang yang sama.” “Kalau begitu, bagaimana jika aku melaporkan semua ini ke ratu duyung?” tanya Eric. Chloe sangat setuju dengan hal itu. Sepertinya tidak mungkin jika mereka berdua yang mencari Thalia dan Alrez hanya berdua, kekuatan duyung mereka masih lemah. Apalagi Eric, sebagian kekuatannya telah disegel. Mereka berdua berenang lebih dalam, masuk ke dalam kastil kerajaan duyung dan menemui ratu duyung. Ratu sangat senang bisa melihat anaknya lagi setelah beberapa hari berpisah dengan anaknya. Eric meminta maaf karena hanya mengunjungi ratu duyung di saat kesusahan seperti ini. Dia lalu meminta kepada ratu duyung untuk membantunya mencari Thalia dengan Alrez. Keberadaan keduanya kini sudah diketahui. Ternyata benar dugaan mereka semua ini adalah kelakuan Leveau, ratu duyung tidak bisa membantu mereka mencari Lev ke daratan. Ratu duyung adalah satu-satunya duyung yang harus berada di lautan bersama penjaganya. Dia hanya bisa membuka segel sihir Eric dan memberikan trisula kepadanya, dia memberikan kembali trisula yang menjadi gelangnya. Sedangkan Chloe, ratu duyung memberikan dia kekuatan sihir tambahan. Kemampuan yang sangat luar biasa, namun tetap tidak lebih baik dari kemampuan Eric. Ratu duyung mempercayakan kepada mereka untuk bisa menemukan Thalia dan Alrez. Sang Ratu juga memberikan peta untuk Eric, peta itu untuk memberikan petunjuk keberadaan Alrez dan Thalia. Hanya Eric dan Chloe yang bisa melihatnya. Mereka berterima kasih kepada ratu duyung lalu segera kembali ke daratan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN