Sebagai seorang ibu, Bella tidak bisa diam saja dan sepenuhnya mengandalkan Eric. Mengetahui Eric memiliki peta yang bisa melihat keberadaan Thalia, dia juga berniat mencari Thalia. Semua memutuskan untuk mencari keberadaan keduanya. Albert, Dion dan Titan juga membeli senjata tajam termasuk pistol, untungnya mereka memiliki banyak uang untuk bisa membeli semua senjata itu, dia berharap bisa membantu menemukan Thalia dan Alrez. Mereka semua akhirnya bersama-sama ikut mencari Thalia dan Alrez. Entah kenapa Dion merasa bersalah, sama halnya dengan Albert. Dia sangat merasa bersalah karena Thalia diculik, Albert terkadang berpikir, andai saja jika dia tidak akan menjual lukisan Dion dan menceritakan hal-hal yang Dion lihat ke sosial media, mungkin keadaan mereka tidak akan berbahaya.
Mereka bertiga merasa bersalah dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Mereka juga sudah mendapatkan uang yang sangat banyak dari hasil penjualan lukisan itu. Letak lokasi keberadaan Thalia sangat jauh, bagi manusia biasa mereka hanya bisa menggunakan mobil. Sedangkan Eric dan Chloe menggunakan teleportasi, mereka berdua harus bisa bekerja sama untuk menemukan keduanya.
Hutan yang begitu lebat, peta itu menunjukkan keberadaan Thalia ada di dalam hutan lebat ini. Anehnya, saat mereka berdua telah sampai di jalan petunjuk tempat Thalia, tidak ada apapun di sini. Eric memperhatikan sekitarnya, tidak ada tanda Thalia ada di sini. Peta yang ada di tangannya terlihat jelas bahwa Thalia ada di sini. Chloe menggigit jemarinya karena gemas. Apa mungkin peta itu yang salah? Kenapa tidak ada apapun di sini, hanya ada dedaunan yang kering. Di sekeliling mereka ada banyak pohon jati, sesekali mereka mendengar kicauan para burung yang berlalu lalang. Eric semakin khawatir karena tak melihat adanya tanda kehidupan di sini.
"Kau apakah tidak merasa aneh? Peta ini tidak mungkin salah."
Eric mengangguk mendengar kalimat Chloe, peta ini sudah pasti akurat. Namun tidak ada Thalia di sini. Atau mungkin, ada sesuatu yang membuat Thalia menjadi tak terlihat?
Eric memejamkan matanya, menggunakan kekuatan batin untuk melihat keadaan Thalia. Sama halnya dengan Chloe, mereka mengarahkan telapak tangan ke depan mereka, membentuk bulatan cahaya sihir. Dalam penglihatan mereka, Thalia diikat erat tangan dan kakinya di dalam sebuah ruangan. Di sana ada seseorang yang menjaganya, perempuan, memiliki sayap di punggungnya. Fairy. Wanita itu menyiksa Thalia, membuat wajah Thalia babak belur, ada memar yang terlihat jelas dan sudut bibirnya yang berdarah.
"Astaga, Thalia!" teriak mereka bersamaan.
Thalia ada di ruang bawah tanah di bawah mereka. Suara Chloe dan Eric membuat fairy itu terkejut. Dia langsung memindahkan Thalia. Melakukan teleportasi secepat mungkin. Sedangkan Eric dan Chloe sedang berusaha untuk membuka ruang bawah tanah. Dengan kemampuan sihir mereka, pintu ruang bawah tanah terbuka, Eric dan Chloe segera turun dan mencari Thalia. Tidak ada siapapun di sana. Yang jelas terlihat hanyalah kursi kosong dan tali tambang bekas ikatan Thalia.
"Kita terlambat, fairy itu pasti tau kita berada di atas sana." Chloe mengucapkan sembari memegang kursi bekad duduk Thalia. Dia menyentuhnya berharap menemukan petunjuk keberadaan Thalia. Sayangnya tidak ada yang mereka temukan. Beberapa detik kemudian, mereka mendengar suara dentuman kencang dari atas, suara pintu ditutup. Mereka seketika panik dan kembali memanjat keatas. Ternyata pintu sudah ditutup rapat. Chloe berusaha teleportasi dengan Eric untuk keluar, namun tidak bisa, seoah semua sihir mereka tidak bisa digunakan di dalam sini. Kepanikan terjadi, Eric dan Chloe juga tidak membawa telepon untuk menelpon Bella atau Smith.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Sihir kita sepenuhnya di block," ucap Chloe panik. Oksigen di ruangan tertutup di sini juga pasti terbatas. Tidak ada celah bagi mereka. Eric lalu berjalan menuju lorong, Chloe mengikutinya dari belakang. Tidak ada suara apapun di lorong, hanya keadaan yang gelap gulita. Chloe lalu mencoba membuat sihir cahaya putih, dia berhasil membuatnya. Anehnya sihirnya tidak bekerja untuk membuka pintu. Mereka tidak mau menyerah begitu saja.
Bagaimanapun caranya, risiko apapun yang akan terjadi, mereka bertekad akan menemukan Thalia. Lorong hitam itu buntu, tidak ada celah sama sekali. Eric lalu duduk, memejamkan matanya mengumpulkan semua energinya, dia berniat membuat ledakan kecil yang bisa membuat mereka keluar. Dalam sekejap ledakan yang Eric buat berhasil. Namun justru membahayakan mereka tanah menjadi longsor dan runtuh menjatuhi mereka. Chloe menggunakan sihirnya untuk menghentikan waktu. Dia berusaha untuk bisa membuat waktu berhenti sebelum tanah menimbun mereka. Chloe lalu bergerak cepat, memindahkan tubuh Eric dan menggali tanah yang ada di atas, dia menarik tubuh Eric. Waktu benar-benar terhenti, sebagian tanah belum jatuh, mengambang di udara. Chloe bersusah payah mengangkat tubuh Eric yang berat, akhirnya dia berhasil ada di atas tanah bersama dengan Eric.
Chloe menjentikkan jemarinya, seketila tanah menjadi runtuh menutupi ruangan bawah tanah itu dan semuanya tertutup dengan tanah. Eric menatap sekitar, dia tersenyum senang. Chloe sangat cocok menjadi partner in crimenya. Gadis itu tanggap dan pintar membaca situasi.
"Good Girl!" puji Eric mengacungkan jempolnya. Eric lalu merogoh sakunya, membaca kembali peta petunjuk keberadaan Thalia. Di sana dia melihat Thalia dibawa menuju daerah pegunungan lalu menghilang. Jejak Thalia menghilang begitu saja di sana.
"Astaga kenapa bisa hilang?" ucap Eric panik. Dia melihat peta itu, membolak-baliknya. Sayangnya tidak ada lagi jejak Thalia di sana. Eric benar-benar bingung dan khawatir saat ini. Kemana dia harus mencari Thalia.
"Ada apa? Kenapa wajahmu pucat Ric?" tanya Chloe.
"Navigasinya menghilang. Thalia tidak ada lagi di gambar peta ini."
Chloe memiringkan kepalanya, melihat dengan seksama, benar kata Eric, tidak ada lagi jejak Thalia. Keduanya panik, namun mereka berusaha mencari tau keberadaan pegunungan itu.
Karena terlalu lelah berusaha mengeluarkan kekuatan sihir, Eric dan Chloe menyandarkan tubuh mereka di sebuah pohon besar di hutan sembari mencari cara bagaimana untuk ke pegunungan itu. Chloe sangat pusing memikirkan hal ini. Sebenarnya makhluk apa yang sudah menculik Thalia, bagaimana bisa memiliki sihir yang begitu besar dan sangat menakutkan, bahkan dua duyung tidak kuat untuk melawannya. Eric berpikir keras bagaimana harus melawannya. Thalia dan Alrez saja tidak sanggup melawan mereka. Meski ratu duyung kini telah membuka segel Thalia, namun kalung dan gelang Thalia telah dihancurkan oleh orang yang menyihirnya.
Dua jam kemudian Bella dan Smith serta Albert, Dion dan Titan baru saja datang, mereka lalu menghampiri Eric dan Chloe. Keduanya nampak lemas dan pucat. Mereka memutuskan menghentikan pencarian Thalia sementara karena kondisi mereka tidak baik. Energi di dalam hutan itu menyerap seluruh sihir dan kekuatan Eric dan Chloe.