Bab 36

224 Kata
Eric mengeluarkan benda bulat yang kecil dari sakunya, benda itu sesuatu yang ajaib, bisa menunjukkan apapun yang mereka cari. Termasuk kepingan peta. Eric memegang kompas itu, menutup matanya menyebut kepingan peta itu. Tak lama kompas itu bergerak panahnya menuju selatan. Mereka lalu berjalan perlahan ke arah selatan. Keduanya melihat kota Athena di malam hari, begitu indah. Sekaligus menakutkan. Kegelapan di dalam kota membuat mereka terasa asing. Keduanya belum pernah kemari. Kompas itu menunjuk pada suatu cafe, mereka masuk ke dalamnya, beberapa orang menyapa mereka. Kompas itu terhenti tepat saat mereka berdiri di bawah lampu gantung. Eric penasaran dimana letak kepingan pertama peta itu. Sàat Eric mendongak, dia yakin ada sesuatu terselip di atas lampu gantung itu. Thalia lalu membantu Eric, dia memegang sebuah bangku untuk Eric naik ke atas. Orang-orang melihat mereka dengan tatapan aneh. Pemilik cafe pun keluar dengan senyuman menyeringai. "Akhirnya, ada yang tertarik dengan sebuah lampu. Kalian apakah mencari sesuatu?" tanyanya dengan misterius. Eric mengangguk. Pemilik cafe itu nampak seperti lelaki yang serius, anehnya matanya ditutup satu seperti bajak laut. "Masuklah, ikuti aku." Mereka berdua lalu masuk mengikuti lelaki misterius itu. "Kalian mencari Pisces Aquamarine?" tanyanya sembari tersenyum miring. Eric terkejut karena lelaki tua ini tau keinginannya. "Dengarkan aku, tidak ada yang namanya abadi dalam dunia ini. Kenapa kalian mau menjadi manusia? Jawaban kalian yang tepat akan membuahkan hasil yang maksimal."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN