Tiba di kantor, Nathan duduk di kursi kebesarannya. Nathan pun mulai sibuk mengerjakan pekerjannya. Namun tak berselang lama, seseorang masuk, pintu di buka dengan kencang dan tanpa permisi. Brak! "Apa-apaan ini?" Nathan jelas marah, dia tengah bekerja dan seseorang mengganggunya. "Hai Nathan," sapa Lucy. Lucy datang pagi-pagi sekali, Nathan memijat pelipisnya pelan. Di pagi hari seperti ini, mengapa harus ada pengganggu. "Tuan maaf, saya sudah melarang Nona Lucy untuk masuk, tapi dia memaksa," ucap Axel. "Yak! seharusnya kamu usir dia," marah Nathan. "Baik Tuan," Axel menunduk. Axel lantas mencengkram tangan Lucy, lalu menyeret Lucy untuk keluar dari ruangan kerja Nathan. "Nathan, aku hanya datang membawa sarapan," teriak Lucy. Lucy berhasil lolos dari cengkraman Axel dan dengan

