Hati Rifki benar-benar sakit melihat dan mendengarkan kedekatan Syfa dan Genta serta panggilan dari anak kecil tadi. Dia merasa kalau saat ini dirinya sudah di bohongi oleh Syfa. Pandangan terluka pun begitu terlihat pada raut wajahnya. Kemudian Rifki pun meninggalkan Syfa tanpa mendengarkan dulu penjelasan dari Syfa. “ Mas tunggu dulu dong mas, kamu jangan pergi seperti ini. Syfa bisa jelasin semuanya ke kamu. Syfa harap kamu ngga salah faham.” Ucap Syfa yang berhasil mencegah kepergian Rifki. “ Mama… mama… mama…” Rengek Zia yang langsung menangis ketika melihat mamanya menjauh darinya. Genta berusaha mencegah Zia yang akan mengejar mamanya. “ Mama ngga boleh pergi pa, mama ngga boleh pergi.” Syfa benar-benar tidak tega melihat keadaan putrinya. Lagi-lagi dia dalam kondisi sulit, dia h

