Berlatih Kekuatan

1019 Kata
Sebulan telah berlalu setelah pertarungan sengit terjadi. Lucky mengerjapkan matanya yang terkena silau oleh cahaya lampu, dia masih membiasakan bias cahaya yang masuk ke dalam matanya. Vio masuk ke dalam kamar Lucky karena selama Lucky tak sadarkan diri Vio lah yang menjaga Lucky. "Kak Lucky kau sudah sadar?" tanpa menunggu jawaban dari Lucky dia berteriak memanggil semua yang ada di rumah tersebut. Raph yang melihat temannya yang sadarkan diri langsung berlari memeluknya. "Syukurlah kau sudah bangun aku kira kau tidak akan bangun." Raph tersenyum lega melihat temannya sudah sadarkan diri. "Maaf telah merepotkan kalian," Lucky menjawab dengan terbata karena kesadarannya belum sepenuhnya pulih.  "Tidak ada yang merasa direpotkan disini, sebaiknya kau pulihkan dulu kondisimu. Kau pasti merasa lapar setelah satu bulan lebih seminggu tidak makan. Kau begitu kurus untung saja nona Vio mau merawatmu." Raph tertawa bahagia. Lucky tersenyum canggung karena benar apa yang dirasakannya saat terbangun adalah kelaparan. "Kalau begitu aku akan mengambilkan makanan untuk kak Lucky." Vio pun bergegas pergi ke dapur untuk membawa makanan. Selama menunggu Lucky dan Raph berbincang. "Sebenarnya sekarang kita berada dimana?" Lucky bertanya karena merasakan dirinya berada di tempat yang asing. "Kita masih bertahan di gunung Pukane, karena disini termasuk daerah yang aman walaupun hanya sementara." Raph menjelaskan bahwa mereka berada di rumah sepasang suami istri yang tinggal berdua saja. "Kenapa kita tidak kembali ke Desa Bunga? Apakah terjadi sesuatu di sana?" Walaupun sulit untuk dijelaskan akan tetapi Raph mencoba untuk menjelaskan semuanya. "Kita terlambat mendatangi Desa Bunga oleh sebab itu tidak ada yang tersisa di sana, karena p*********n disana berbarengan dengan kedatangan Murdoc ke tempat kau bersama Vargas," "Lalu dimana dia?" dia yang dimaksud adalah Vargas. "Dia berkorban agar kita selamat, entah apa yang terjadi akan tetapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kehidupannya walaupun Valrey sudah mencarinya." Suasana hening menghangat kembali setelah Vio datang membawa semangkuk sup di tangannya. "Maaf membuatmu lama menunggu," Viona berkata. "Tidak apa-apa, sebaiknya aku pergi keluar ada yang harus dikerjakan." Raph membalas. Raph pun melangkahkan kakinya keluar kamar. "Bisakah anda makan sendiri? Atau harus disuapi?" Vio bertanya malu-malu. "Sepertinya tubuhku masih terlalu lemah, bisakah aku minta tolong untuk disuapi." Vio mengangguk dengan malu-malu karena ini pertama kalinya dia menyuapi laki-laki selain ayahnya dulu sebelum meninggal dunia. Setelah beberapa lama sup di tangan Vio pun habis, selama Vio menyuapi Lucky tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka. "Terima kasih kamu mau menyuapiku dan terima kasih mau menjagaku selama aku tidur." Lucky tersenyum kepada Vio membuat wajah Vio memerah karena malu dan canggung bila berhadapan dengan Lucky. "Ti-Tidak merepotkan sama sekali, anggap saja sebagai terima kasihku karena kak Lucky mau ikut membawa ibuku dari sana. Bila Kakak membutuhkan sesuatu panggil saja, kakak beristirahatlah dulu," Vio berlalu pergi meninggalkan Lucky sendirian. "Apa yang terjadi selama aku tertidur, apakah semua baik-baik saja. Bagaimana aku mengaktifkan kekuatan ini." Setelah beberapa hari Lucky sadar dari masa kritisnya dia memutuskan berlatih bersama dengan yang lainnya, walaupun kondisi tubuhnya sangat miris kurus dan seperti tak bertenaga dia tidak mau berdiam diri saja. Valrey memberi arahan apa saja yang harus Lucky lakukan. "Tuan Lucky, kekuatan di dalam tubuhmu itu sangat besar banyak sekali yang akan bisa anda lakukan. Tapi untuk melakukannya anda harus memiliki energi roh atau pun energi alam, efek dan cara mendapatkannya pun berbeda. Energi roh bisa didapatkan dengan memasukan permata dari para Core yang telah mati ke dalam tubuhmu, nantinya energi roh bisa dijadikan wadah untuk menampung energi alam. Akan tetapi energi roh yang dikumpulkan mempunyai efek seperti kulit, tulang, dan sifat anda akan seperti roh yang anda masukan ke dalam tubuh anda walaupun efeknya tidak akan terasa langsung. Efek dari permata tersebut bisa ditekan bila anda memiliki energi alam yang cukup. Yang kedua energi alam, energi ini bisa didapatkan dengan mudah karena alam di sekitar kita menyediakan banyak energi. Akan tetapi bila kita tidak mempunyai wadah yang cukup untuk menampung energi alam tersebut semua akan sia-sia oleh karena itu energi roh dan energi alam harus seimbang, pada dasarnya energi roh adalah wadah dan energi alam adalah isinya." Valrey menjelaskan panjang lebar agar Lucky cepat mengerti. Lucky mengerti apa yang di sampaikan oleh Valrey. "Kalau begitu aku harus membunuh para Core untuk mendapatkan energi roh?" "Ya kau harus melakukannya, tapi untuk sekarang aku mempunyai 10 permata dari Core yang aku bun*h saat melindungi tempat ini. Bila kau siap kita bisa memulainya sekarang, kami akan membuat sebuah segel untuk melindungi semuanya dari amukanmu." Valrey menjelaskan lagi. "Mengamuk!! Memangnya apa yang akan terjadi bila aku menyerap permata tersebut?" Lucky terheran-heran. "Ya karena semua yang mencoba menyerap energi roh mereka akan mengamuk karena energi roh otomatis akan menyerap ke dalam tubuh oleh karena itu tubuh yang belum terbiasa mendapatkan energi tersebut akan kehilangan kendali mengikuti energi yang diserap. Bila kau sudah menyerap energi tersebut kau harus langsung menyerap energi alam, bila telat kau bisa kehilangan kendali atau yang lebih parah adalah kematian," "Baiklah kita coba melakukannya semoga saja aku berhasil dan jangan sampai mengamuk." Lucky yakin dia tidak akan kehilangan kendali atas tubuhnya tersebut. Empat orang dari sepuluh prajurit yang tersisa bersiap membuat sebuah pelindung, Utara, Selatan, Barat dan Timur sudah terisi. Mereka semua membaca mantra bersamaan. Timbul sebuah garis berwarna merah yang saling terhubung diantara mereka berempat, Lucky yang telat bersiap di posisinya mulai melakukan penyerapan Permata tersebut mulai terserap oleh Lucky melalui mulut, ada sensasi rasa berbeda yang dirasakan oleh Lucky. Tubuh Lucky bergetar pertanda energi roh sudah terserap di tubuhnya, Lucky buru-buru menyerap energi tersebut. Tapi semua terlambat, Lucky kehilangan kesadarannya dan mulai mengamuk. Lucky yang kehilangan kesadarannya membenturkan dirinya ke dinding pembatas ingin melarikan diri. "Kau pasti bisa melakukannya." gumam Valrey dalam hati. Sudah beberapa jam Lucky kehilangan kendali tapi belum ada tanda-tanda akan kesadarannya. Matanya mulai memerah tanduk kecil keluar di kedua sisi kepalanya dan kuku runcing keluar di tangannya. "Gawat dia tidak bisa menahannya, kita harus melakukan segel kepadanya." Valrey mulai was was dengan keadaan Lucky. "Tapi tuan bila kita melepaskannya itu terlalu beresiko, apalagi kekuatannya adalah kekuatan Tuan Vargas." salah seorang prajurit berteriak. Valrey berpikir memang benar apa yang dikatakan prajurit tersebut tapi bila dibiarkan dengan kekuatan tersebut lama kelamaan pelindung itu akan hancur. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN