Persiapan Menuju Desa Bunga

1442 Kata
Terlihat keempat prajurit sudah kelelahan menahan semuanya. Sementara itu di alam bawah sadarnya Lucky sedang berusaha mengambil alih tubuhnya sendiri, walaupun dia berusaha dengan keras tetapi sulit untuk dilakukan. Lucky teringat cara untuk mengatasi ini semua, dia harus menyerap energi alam. Akan tetapi dia tidak memiliki tubuhnya sendiri. "Bagaimana aku menyerap energi alam sedangkan mengendalikan tubuhku pun tidak bisa." Lucky berpikir keras cara untuk menyerap energi alam, sampai terlintas ide untuk mendapatkannya. "Apakah bisa aku mendapatkan energi alam tanpa kendali tubuhku, aku harus mencobanya mungkin aku bisa mendapatkan energi alam di alam bawah sadar." Kemudian Lucky duduk bersila dan berkonsentrasi untuk mendapatkan energi alam tersebut. Sementara Lucky sibuk untuk mendapatkan energi alam tersebut di luar alam sadarnya dia sedang mengamuk lalu memecahkan dinding pelindung. Krak ... Krak ... muncul retakan di berbagai sudut pelindung tersebut, membuat pelindung yang mirip seperti kaca itu hancur berkeping-keping. "Gawat!! Mau tak mau kita harus menahannya sekuat tenaga." Valrey memerintahkan prajuritnya untuk melindungi teman-teman Lucky. "Jauhkan mereka yang tidak bisa bertarung jauh dari sini sisanya bantu aku menahan dia disini." Sebelum Valrey selesai memerintah para prajuritnya Lucky sudah melesat cepat ke arahnya. Trang ... suara pedang bertemu dengan kuku tajam Lucky, Valrey mencoba menahan serangan yang Lucky lancarkan dengan sekuat tenaga. "Sial sisa luka pertarunganku bulan lalu belum sembuh sepenuhnya, dengan kekuatanku yang sekarang aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi." Valrey mengumpat dalam hati. Pertarungan sengit terjadi namun Valrey sudah nampak kelelahan dengan pertarungan ini. Di sekitar mereka bertarung sudah seperti tempat yang terkena badai topan. Tempat tersebut luluh lantah tak beraturan. Valrey yang sedang mengumpulkan energi menjadi tidak konsentrasi, sesaat dia memulihkan energinya sebuah tangan serta kuku panjang dan tajam sudah berada di hadapan wajahnya. Beberapa saat beberapa centi hampir mengenai lehernya tangan tersebut berhenti bergerak. Huft ... Valrey menghela nafas panjang lalu mundur melihat tubuh Lucy yang mematung sampai terlihat warna butiran-butiran berwarna hijau mulai menyerap ke dalam tubuh Lucky. "Sepertinya dia berhasil." Valrey langsung jatuh terduduk karena kelelahan. Lucky yang berhasil menyerap energi alam berangsur-angsur mendapatkan kesadarannya. Pertama kali yang di lihatnya setelah mendapatkan keadarannya kembali, Valrey yang terluka dengan tubuh yang penuh luka cakaran. Valrey tersenyum ke arah Lucky dan berkata "Kau terlalu kuat untuk ku lawan." Valrey langsung jatuh pingsan setelah berucap, dia kehilangan banyak darah akibat pertarungan tersebut. Lucky berlari ke arah Valrey dan segera memeriksa denyut nadinya. "Untung saja dia masih hidup, sekarang aku harus menolongnya." Lucky merasa bersalah atas kejadian ini, dia berpikir dia memang pembawa sial untuk semua orang dia melihat sekelilingnya, hanya ada kehancuran di hadapannya. Lucky mencari-cari keberadaan temannya, setelah lama mencari akhirnya salah satu prajurit menghampirinya dan memberitahu keberadaan teman-temannya. Raph yang dari tadi khawatir dengan keadaan Lucky langsung tersenyum setelah melihat Lucky berjalan ke arah mereka tanpa ada tanduk dan kuku yang tajam. "Baguslah kamu tidak apa-apa." Raph berkata seraya memeluk tubuh temannya tersebut. "Ya aku baik-baik saja, tapi tidak dengan Tuan Valrey." Raph yang baru tersadar dengan keadaan di sekitarnya setelah mendengar ucapannya, karena Raph terlalu senang menjadikannya lupa dengan sekitarnya. "Kenapa dia bisa terluka begitu parah? Mungkin Vio bisa menyembuhkannya karena dia dibekali kitab penyembuhan." Sang prajurit lekas membawa pimpinannya tersebut ke arah Vio yang sedari tadi melihat dari kejauhan. "Vio, apakah kamu bisa menyembuhkannya? Ini semua terjadi karena kesalahanku aku terlalu lemah," "Jangan menyalahkan diri sendiri atas semua ini seharusnya aku juga ada di sana untuk menahanmu, tapi aku terlalu takut untuk berkorban." Raph berkata dengan sedih. "Hei ... Hei ... mengapa jadi sedih begini suasananya?" Lucky tersenyum agar suasana tidak canggung. "Hahaha ... kamu benar, sebaiknya kita bantu Nona Vio untuk menyiapkan segala sesuatu untuk penyembuhan Tuan Valrey." Lucky dan Raph membantu Vio mengumpulkan daun obat di sekitar tempat mereka berkumpul. Mereka berdua berpisah agar lebih cepat mengumpulkan bahan obat tersebut. Akan tetapi Lucky bertemu dengan beberapa Core. "Sial, mengapa aku bertemu mereka dan aku tidak membawa senjata satu pun, bila aku berlari ke arah perkemahan terlalu bahaya untuk mereka tapi bila melawan bagaimana caranya." Lucky mengutuk diri sendiri mengapa dia tidak memilih salah satu senjata yang Vargas buat. Lucky berpikiran setelah semua ini dia harus kembali ke Desa Bunga untuk mengambil pedang peninggalan kedua orangtuanya. Saat Lucky sibuk dengan pemikiran diri sendiri salah satu Core menyerangnya. Lucky pun tersadar dari lamunannya dan menghindar. Untunglah panca inderaku sekarang menjadi 10 kali lipat menjadi baik berkat permata Core itu, tapi Lucky masih berpikiran bagaimana cara untuk mengalahkan mereka. "Apakah kuku tajam saat aku kehilangan kendali bisa aku gunakan, sepertinya aku harus konsentrasi untuk mengeluarkannya?" Lucky mencoba konsentrasi untuk mengeluarkan kuku tajamnya itu, dia memusatkan energi alam yang ada di tubuhnya ke area tangan. Dan dia berhasil kuku tajam yang diinginkan keluar. Satu Core Magic dan empat Core fisik menyerang bergantian, Lucky terus menghindar tanpa menyerang dia mencoba mencari celah untuk menyerang. Sret ... kraukk ... suara Lucky membabat salah satu leher Core yang lehernya patah. Membuat Core yang lain lebih ganas menyerang. Setelah beberapa waktu bertarung dan mengalahkan mereka semua, Lucky mengumpulkan permata mereka dan pergi ke arah perkemahan. "Kemana dia pergi? Mengapa dia lama sekali? Apa dia bertemu dengan para Core? Kalau iya dia tidak membawa satu pun senjata." sambil mondar-mandir karena panik. Argh ... Raph mengacak-ngacak rambutnya. Kemudian Raph mengambil tombaknya dan bergegas pergi mencari Lucky. Sebelum Raph pergi jauh dia melihat seseorang yang berlumuran darah mendekatinya. "Lucky apakah itu kau? Bagaimana bisa kau berlumuran darah? Apakah kau bertemu para Core? Apakah kau baik-baik saja?" Raph mencecar dengan banyak pertanyaan. "Kalau bertanya itu satu-satu!! Aku bingung harus menjawab yang mana. Seperti yang kamu lihat kan aku baik-baik saja, tidak ada yang harus dikhawatirkan," "Ya ... ya ... kau memang jagoannya di sini, aku salah telah mengkhawatirkanmu.” Raph menyesal telah bertanya, dengan kekuatan sekelas Jendral dari pihak musuh dia pasti bisa mengalahkan monster monster tersebut dengan mudah. Walaupun hanya setengah kekuatan saja tapi bila diasah dengan benar pasti akan menjadi kekuatan berbahaya. "Jadi, mau di apakan daun daun ini?" Lucky bertanya. "Aku akan menumbuknya agar bisa dikonsumsi olehnya. Dan sebelum membantuku untuk hal yang lain lebih baik kak Lucky membersihkan diri dulu dari darah itu takutnya para Core yang lain mengendusnya," Vio menjawab. "Hehehe .... " Lucky tersenyum canggung karena benar yang dikatakan Vio bahwa tubuhnya penuh dengan darah setelah pertempuran tadi. "Ya kamu memang benar sebaiknya aku membersihkan diri dulu." Lucky bergegas pergi ke arah sungai di dekat perkemahannya. Di sungai Lucky membersihkan diri dia sekalian memburu ikan-ikan yang ada di sekitar sungai. "Sebaiknya aku bergegas ke perkemahan untuk membawa hasil buruanku ini, mungkin saja mereka belum makan apa-apa sepertiku." Gumamnya dalam hati. Setelah di perkemahan Raph sedikit tersenyum melihat Lucky membawa ikan yang banyak. "Kau memang temanku yang pengertian." Raph berkata seraya mengambil ikan hasil buruan Lucky untuk dibakar dan dimakan sama-sama. Api unggun sudah siap digunakan untuk membakar ikan tersebut. Aroma ikan bakar tersebut sangat menggugah selera, mereka sudah tidak sabar untuk memakannya. Aroma ikan terbakar membuat Valrey yang tertidur terbangun. Dia terbangun langsung memegang luka-lukanya. "Sebaiknya anda makan dulu tuan setelah itu makan obat yang telah dibuat." Vio berkata. Valrey hanya mengangguk setuju. Semua prajurit yang ada dipanggil untuk makan bersama karena ikan yang ditangkap sangat banyak cukup untuk semua yang ada di sana. Tidak banyak percakapan saat mereka makan hingga Valrey membuka suara. "Tuan Lucky apakah anda sudah bisa menyerap energi roh dan energi alam?" Valrey bertanya. Lucky mengangguk. "Sudah, hanya saja wadah yang kuperlukan masih kurang. Energi alam sangat melimpah disini," Lucky menjawab. "Tentu, maka dari itu kaum kami menyerang dan ingin menguasai tempat kalian ini. Itu alasan mengapa kaum kita kesini. Selain alasan itu mereka ingin mencari pusaka langit yang terjatuh disini." Valrey menjelaskan. "Kalau begitu setelah ini kita harus ke Desa Bunga, di rumahku aku menyimpan pedang warisan dari kedua orang tuaku karena aura yang tidak biasa keluar dari pedang itu. Mungkin saja pedang itu salah satu dari pusaka yang kalian cari," "Baiklah kita akan kesana, tapi harus memastikan keadaan desa tersebut. Bisa dijelaskan dimana letaknya?" "Desa Bunga dekat dengan tempat kita pertama bertemu dan kau melawan kakak dari Tuan Vargas, mungkin kau melewati desa tersebut saat menuju ke tempat itu," "Ya ... ya ... aku ingat desa indah itu, tetapi Tuan Murdoc pun melewati tempat tersebut ada kemungkinan desa tersebut sudah di serang," "Kalau begitu semoga saja mereka tidak menemukannya. Kita berangkat besok pagi sekarang hari sudah sore lebih baik kita harus beristirahat dulu." Mereka semua langsung beristirahat agar tenaga yang mereka butuhkan untuk besok sudah terkumpul. Keesokan paginya mereka bersiap untuk berangkat ke Desa Bunga. Tak ada halangan saat menuju ke desa tersebut, walaupun jaraknya tidak terlalu jauh tapi dengan berjalan kaki sangat melelahkan. Saat di depan gerbang masuk Desa Bunga pemandangan yang buruk masuk ke mata mereka. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN