Semuaya Kembali Bersatu

1092 Kata
Tepat beberapa kilometre menuju perbatasan kerajaan, Lucy sudah kehabisan tenaganya. Membuat kekuatan angin yang begitu besar sangat menguras tenaganya. Ia juga tak menghentikan perjalanan pada malam hari. Untung saja ia tak sampai pingsan seperti Valrey. Mereka kembali menempuh perjalanan dengan berlaridalam mode iblis. Lucy yang sudah kelelahan dibantu oleh Raph, sementara Maya bersama Sargon. Tetu saja iamasih marah pada kebohongan Lugos. Selama perjalana ia juga tak mau berada di dekat Lugos, jika biasanya mereka bagaikan tawon dan bunga. Namun tidak kali ini, Lugos juga berisaha bijaksana dan menyadari kesalahan besar yag ia buat. Mereka berjanji akan membuaka semua cerita ini ketika misi pertama telah selesai. “Sepertinya harus ditunda lagi, ya,” keluh Lugos yang berjalan gotai memasuki gerbang istana. Maya melempar lirikkan tajam pada Lugos. Ia benar-benar menolak Lugos selama misi ini belum selesai. “Dimana Mickey?” tanya Valrey bergegas pada penjaga di gerbang dalam kerajaan. Segera setelah mendapat jawaban, Valrey meminta Raph untuk menemaninya menemui Mickey yang sedang berada di bangunan bekas tempat proyek penelitian Yelvan dilakukan. Kedatangannya seolah dirasakan oleh Mickey, raja muda itu menghampiri mereka di pintu masuk. Tanpa basa basi, Valrey dan Raph menjelaskan penyebab mereka kembali dan meminta Mickey untuk segera mengatur rencana perlawanan pasukan iblis. “Zyan! Kumpulkan pasukan, perintahkan untuk bersiap! Mario! Segerabawa penduduk sipil ke lokasi persembunyian. Jika ada mereka yang mau ikut, segera ajak bergabug dengan pasukan di depan.” Mickey untuk pertama kalinya kehilangan wajah santainya. “Ada apa ini?” Tahoi dan seorang pedampingnya muncul dan bergabung dengan Mickey. “Kita harus segera bersiap menghadapi p*********n, kemungkinan malam ini!” tegas mickey. Tahoi sepertinya juga kaget mendengar berita yang sangat mendadak ini. Ia terdiam sejenak dengan ekspresi kaget, lalu terbata-bata memerintahkan orang-orangnya untuk bersiap. Setelanya, ia bergegas kembali ke dalam tanpa mengacuhkan kehadiran Raph dan Valrey. Saat ini hanya hitungan jam serangan pasukan iblis akan datang. Raph telah membuat dinding segel tak kasat mata seperti sebelumnya. Walau ia tahu dinding segelanya takkan berguna banyak, tapi setidaknya bisa membantu pertahanan kerajaan dari serangan-serangan kecil iblis. “Jai bagaimana rencananya?” Valrey bertanya pada Zyan dan Mickey yang bergabugn dengannya di dekat gerbang utama. “Semua pasukan akan dibuat menjadi tiga tim. Tim pertama akan berada di luar dinding segel, dua sisanya akan berada di dalam.” Zyan tak bisa memikirkan strategi lainnya. Pasukan yag ia miliki tak seberapa. “Sebaiknya kau letakkan semua pasukanmu di dalam dinding segel. Lucy dan Lugos akan bersama kalian.” Valrey berucap pebuh tekanan. Ia sediri tak tahu sampai mana kekuatannya bisa dikeluarkan untuk pepranga nanti. Namun, ia yakin dengan pilihannya ini. Zyan sedang menemui tiga orang yang sepertinya adalah ketua masing-masing tim yang dibagi Zyan. Salah seorang di antaranya terlihat bersitegang dengan Zyan. Ia dengan wajah kesal memanggil pasukannya dan mengomando mereka untuk bersiap di luar dinding segel. Valrey bisa menebak apa yang terjadi. Mereka pasti pasukan yang dengan sukarelamenjadi tameng daripada mati percuma tanpa sempat melawan sama sekali. “Sepertinya aku gagal menggatikan Zarek,” nada pilu dirasakan dari ucapan Zyan. “Aku mengerti posisimu.” Valrey menepuk bahu Zyan, “Kau bukannya tak dihargai sebagai seorang Jendral perang. Sebaiknya kau hargai keputusan mereka,” tambahnya. Tak banyak yang bisa Zyan lakukan saat ini. Jumlah mereka jelas jauh lebih sedikit. Zyan memperkirakan dengan perbandingan satu banding lima puluh. Juga lawan mereka bukalah manusia biasa, melainkan iblis dengan kekuatan yang jauh di atas manusia biasa. “Kau sudah bagikan senjatanya?” Zyan berteriak pada Mario saat ia hendak menyusulnya. “Sudah. Aku berdoa semoga mereka bisa menggunakannya sebaik mungkin,” ucap Mario. Sekeliling kerajaan sudah di terangi oleh cahaya dari obor yang bisa bertahan sekitar dua jam. Mereka sama sekali tak memiliki tanaga listrik lagi. Bahkan kendaraanpun sudah hancur saat serangan terakhir. Mereka tengah menghadapi puncak masa kelam dalam melawan pasukan iblis. Di seberang kerajaan, Zarek tengah menatap persiapan lawannya dengan teropong. Sekitar lima ratus pasukan iblis tingkat lima dan empat. Kebanyakan dari mereka memang iblis tingkat lima. Zarek menurunkan teropongnya dan memberi kode pada iblis bernama Tako yang menjadi tangan kanannya dalam p*********n kali ini. Suara teriakkan Tako menggema disambut sorakkan semua pasuak yang nada di belakangnya, mereka segera berlari menuju Kerjaan Banjarian. “Mereka datang!” Seorang prajurit yang bertugas mengintai kedatangan iblis, tengah memacu kudanya berlari secepat mungkin. Ia berkali-kali meniup terompet yang menandakan pasukan iblis sudah menyerang. Valrey dan Sargon segera berubah ke mode iblis. Sebagian tubuh mereka sekarng berwujud seperti iblis, setengah lainnya masih manusia. Raph juga ikut kali ini, ia bersiap dengan kepalan tinjunya yang selalu mengobarkan api. “Serang!!!” teriak Carlos seraya megacugkan pedangnya. Seratus pasukan Carlos maju tanpa takut menyambut kedatangan iblis tingkat lima yang gila akan darah manusia. Para iblis itu menyeringai melihat korbannya dengan sukarela mendatangi mereka. Tanpa mereka tahu bahwa seratus manusia ini sudah dibekali dengan senjata yag dapat membunuh iblis jika berhasil menembus jantung atau menebas kepala mereka langsung. Pemandangan mala mini seperti adegan perang abad pertengahan. Terjangan iblis-iblisitu ada yang berhasil disambut oleh ayunan pedang dan hujaman tombak yang berasal dari tulang belulang iblis itu sendiri, pada gelombang pertama, taka da mausia yang menjadi korban karena iblis tigkat rendah itu sama sekali tak menyadari senjata lawannya yang akan membuat mereka menemui kematian sekali lagi. “Itu bukan senjata biasa!” teriak Tako, iblis tigkat empat yang memimpin rombongan pasukan iblis. Incar jantung dan kepalanya!” Carlos berkali-kali meneriakkan hal itu pada pasukannya. Namun, tetap saja manusia memiliki batas lelah, seratus pasukan takkan sanggup menghadapi lima ratus pasukan iblis yang tentu saja selalu melakukan perlawanan. “Carlos! Tarik mundur pasukanmu! Serahkan pada kami!” teriak Valrey di tengah ramainya suara hiruk pikuk p*********n. Valrey tak lagi berkonsentrasi penuh saat melihat Carlos yang tewas usai ia mengangguk pada Valrey. Tako si iblis yang memiliki kepala berbentuk gurita itu tengah mengangkat tinggi tubuh Carlos yang sudah berlumuran darah karena tusukan kuku-kuku tajam milik Tako. Iblis itu menyeringai senang pada Valrey. Ia segera melempar tubuh Carlos yang sudah tak bernyawa dan beralih menyerang Valrey. “Val!” Untung saja Lugos berhasil menerjang mundur Tako yang hedak menyerang Valrey. Puluhan batu besar muncull dari dalam tanah dan terbang melesat menuju para iblis. Lugos akhirnya memilih ikut keluar dari dinding segel. “Val! Kau ini kenapa?” Lugos berkali-kali memanggil Valrey yang hanya terdiam melihat keadaan di sekelilingnya. Sekarang tatapan Valrey tengah terfokus pada orang terakhir yang sedang terduduk dengan luka parah dan mengacungka pedangnya pada iblis yang tertawa menyeringai pada pemuda itu. Sekali tebasan, kepala pemuda itu jatuh terpisah dari tubuhnya yang ikut roboh kemudian. “Val! Valrey!” Mendadak suara Vio menggema di telinganya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN