Kracchent

1260 Kata
“Kalian yakin?” tanya perempuan muda bernama Elise yang sebelumnya bertemu dengan Valrey. Clark mengangguk tegas. Wajahnya tegang sejak pagi ini. Dua orang pemuda yang awalnya mengajukan diri untuk ikut, ditolak mentah-mentah oleh Clark. Semua keluarga di sini pasti membutuhkan pelindung selama Clark pergi ke pulau itu. Malam itu, Valrey ikut bergabung dengan Sargon dan Clark. Sargon menerangkan pada Valrey jika Clark dan istrinya dulu menemukan seorang anak berusia lima tahun yang sengaja disembunyikan di antara puing bangunan sebuah desa. Desa itu belum lama diserang oleh pasukan iblis. masih ada banyak mayat yang tergeletak di setiap jengkal tanah desa. Clark dan rombongannya hanya ingin memeriksa jika masih ada makanan yang tersisa di sana, lalu akan pergi secepatnya. “Istriku mendengar dengan jelas suara tangisannya dari dalam puing itu.” Clar mengenang kejadian belasan tahun lalu itu. “Di sanalah kedua orang tuanya menyembunyikan Palito, manusia setengah iblis pengendali elemen petir,” sambungnya. “Apa kau bisa mengantarkan kami ke sana?” tanya Varey. Wajahnya seketika berubah serius dan menatap penuh harap pada Clark. “Taka da yang berani menyeberang ke sana karena pulau itu selalu dikelilingi oleh seekor monster laut yang sangat mengerikan. Bahkan aku harus bertahan dengan akal sehatku untuk memendam keinginan bertemu Palito dan istriku di sana.” Mata pria itu berair, ia pasti sudah menahan rindu cukup dalam pada kedua orang yang dicintainya. “Aku bisa melakukannya, Val. Tentu juga degan Lucy.” Sargon menatap penuh keyakinan pada Vlarey. “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke pulau itu?” Valrey berbalik memandang Clark yang baru saja mengusap wajahnya. “Sekitar enam jam. Kalian yakin?” Valrey mengangguk tegas. “Sargon memiliki pengendalian elemen air, dan Lucy… yang di sudur sana, dia pengendali angin.” Keterangan singkat Valrey membuat wajah Clark seketika cerah. Ia sampai berdiri hingga membuat kursi yang didudukinya tadi jatuh. “Kalian serius?” tanyanya lagi. Valrey memberikan senyum kecil sebagai jawaban pasti pada Clark. “Kita akan perbaiki kapal sekitar dua hari ini. Kita berangkat besok lusa,” ucap Clark, lalu segera meninggalkan ruangan, menaiki tangga dan menghilang di sana. Sargon tersenyum dan mengangkat bahu pada Lucy yang dari tadi menatapnya heran. Lucy ternyata memiliki bakat sebagai pengasuh anak, buktinya ia sedari tadi dikelilingi semua anak kecil yang kagum dengan berbagai trik yang Lucy mainkan. Sekarang ia tengah meletakkan sebuah ranting kayu kecil di telapak tangannya, lalu ranting itu mulai berputar seperti baling-baling lalu megarahkannya pada anak-anak yang ada di sana. Merka semua tertawa karena terkena angina dari ranting yang berputar itu. “Kemana yang lainnya?” tanya Lucy yang sekarang sudah bergabung dengan Valrey dan Sargon. Semua anak-anak tadi sudah dibawa naik oleh orang tua mereka masing-masing dan waktunya untuk tidur. “Maya sedang mengajarkan yang lainnya untuk meracik beberapa obat. Lugos pasti bersamanya. Kalau Yoshi aku tak tahu,” ucap Valrey lalu ia menguap besar dan segera membaringkan badan di sebuah ranjang sederhana di sisi lain. Ruangan yang mereka tempati ini cukup luas. Ada dua ranjang di sini, lalu ada satu ruangan lagi di depan ranjang Valrey Setelah melakukan perpisahan, Clark meuntun mereka menaiki kappa sederhana dengan satu tiang besar. Mereka tak membawa bekal, karena Lucy akan membantu mendorong kapal dengan kekuatan anginnya. Setelah cukup jauh dari daratan, ayar diturunkan dan Lucy memulai kegiatannya. Kapal berlaut cukup cepat. Untung saja cuaca hari ini bagu untuk berlayar dan ombak juga tak terlalu besar. “Kau di mana saja beberapa malam ini?” tanya Sargon setelah mendekati Yoshi yang berdiri di sisi kapal. “Kau rindu padaku?” goda Yoshi. Ia berbalik dan bersandar pada sisi kapal, memasang sengiran di wajahnya. “Kau sama saja seperti Valrey!” dengus Sargon. “Aku mengajarkan beberapa pemuda bagaimana cara bergerak dalam gelap. Juga menajrkan mereka berburu saat malam.” Yoshi menatap heran pada Sargon. Wajahnya datar dan memandang jauh ke laut yang tak berujung. “Aku hanya ingin kau lebih berhati-hati.” Valrey melangkah meninggalkan Yoshi yang masih menatapnya heran. Lalu tersenyum kecil melihat sifat sahabatnya itu yang tak bisa ditebak meski mereka sudah kenal sekian lama. Yoshi kembali memandang ke bawah, ai mencoba mengira-ngira berapa dalam au yang sedang ia tempuh sekarang. Namun dahinya semakin berkerut saat berusaha memfokuskan mata pada sesuatu di bawah sana. “Apa itu paus?” gumamnya sendiri. BRUGHH! Sebuah tentakel berduri yang berukuran raksasa menempel di sisi kapal persis di tempat Yoshi berdiri tadi. Untung saja refleknya cepat, ia sampai terjatuh. “Itu dia!” sorak Clark dengan wajah cemas. Sargon segera menarik Yoshi untuk beridiri di dekar Lugos. Ia dan valrey segera berubah ke mode iblis. mereka berdua segera menahan serangan tentakel raksasa itu sebelum sempat menghancurkan kapal mereka. “Lucy! Percepat!” teriak Valrey yang tengah menembakkan bola api untuk membuat tentakel itu menjauhi kapal. “Sebaiknya tetap di sini!” Lugos menahan Yoshi yang hendak maju dan sudah mengeluarkan pedangnya. “Tapi…” “Serahkan pada mereka. kekuatanku sama sekali tak bisa digunakan di sini. Hanya mereka yang bisa,” ucap Lugos meyakinkan. Yoshi kembali mundur dan berpegangan pada tepian kapal ayng sekarang bergerak tak berauturan seperti menempuh gelombang besar. Lugos saja memilih untuk tak ikut campur, apalagi Yoshi yang tidak memiliki kekuatan apapun. hanya akan menghalangi mereka. Sekarang Sargon sudah berada di atas gulungan air yang menjadi pijakannya. Ia menghujamkan ribuan air yang dibekukan dengan sangat cepat pada tentakel itu. Dengan cepat air di sekitar berubah hitam dan monster itu kembali menyelam ke dalam air. “Apa itu?” Yoshi terhuyung berdiri karena merasa pusing. Kapal itu bergerak sangat tak teratur selama serangan tadi. Tiba-tiba wujud penuh monster itu muncul. Berbentuk seperti gurita yang memiliki sepuuh mata di sekeliling kepalanya. “Hancurkan semua matanya!” Trichtran memberikan petunjuk pada Valrey. Dia meneriakkan hal yang sama pada Sargon. Mereka berdua segera menyerang semua mata yang ada di kepala monster itu. Setelah enam mata sekaligud hancur akrena bola api dan hujaman es tajam dari Sargon. Monster itu kembali menyelam dan menyerang kapal mereka dari bawah. Dalam sekejap kapal itu hancur, tentakel itu tepat menghujam dari dasar kapal. “Maya!” Lugos segera memegang Maya yang sudah terjatu ke dalam air. Sargon benar-benar panic. Akhirnya ia membekukan sekumpulan air dan berteriak agar mereka segera pindah ke atas kepingan es yang cukup besar itu. GLRARRR!!! Suara petir yang sangat cepat menyambar tepat dari puncak kepala monster Kracchent. Serangan itu membuat Kraccent kembali terbenam ke bawah. kesempatan ini di ambil Sargon untuk segera menyelamatkana diri dan teman-temannya. Dengan cepat mereka berhasil mengindari serangan monster itu yang masih dihantam petir bertubi-tubi hingga ia tak muncul lagi kepermukaan. “Sargon! Kau terluka!” Maya segera menahan pendaraan di perut Sargon. Ia sendiri tak menyadari jika ada luka di sana karena terlalu focus menyelamatkan diri. Akhirnya tak lama kemudian mereka sampai di bibir pantai. Sargon yang sangat kelelahan jatuh pingsan. “Kenapa lukanya sama sekali tak menutup?” Lugos melihat luka di perut Sargon yang masih menegelurkan darah. Maya juga kehabisan akal. Ia sudah mencoba untuk menyembuhkan luka sargon dengan kekuatannya, sama sekali tak berhasil. “Sepertinya duri di tubuh monster itu beracun, luka Valrey juga belum pulih.” Lucy mendekat disusul Valrey dan Yoshi. “Carilah sesuatu segera, aku akan menahan pendarahannya.” Yoshi dengan suara sedikit bergetar menekan luka Sargon. Tangannya juga bergetar, bukan karena dingin karena berdiri di atas kepingan es tadi. Ia tak sanggup jika harus kembali kehilangan sahabatnya. “Palito?” suara serak Clark menarik perhatian semuanya. Seoran gadis muda tengah berdiri dengan wajah masam pada mereka. Di tangannya sebuah pisau perak digenggam dengan erat. “Apa yang kau lakukan, Palito?” tanya Clak, wajahnya tegang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN