Observasi

1050 Kata

Banyak dari mereka yang masih diluar karena bel sekolah belum berbunyi. Apalah daya, kelas Willy di hebohkan dengan datangnya Seano yang ternyata tengah mengantar adik tercintanya itu hingga depan kelas. "Makasih abang." "Sama-sama, sayang. Yaudah kalau gitu abang ke kelas dulu ya." Pamit nya kemudian mengecup puncak kepala Willy. "Okey, bye abang...." Sepeninggalan Seano, Willy pun memasuki kelasnya di sambut tatapan kagum juga penasaran dari mereka. Qwezia dan Sasya langsung mendekat ke arah Willy yang kini tengah duduk di kursinya. "Wah... Kamu di antar sama kak Sean?" Willy menatap ke arah Sasya dengan cengiran khasnya. "Iya di antar, tapi sama abang Seano bukan kak Sean." "Ohhh... Kok kamu bisa bedain mereka sih? aku aja susah bedainnya. Padahal kan sama-sama baru kenal." "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN