Sean Seano Panik!

965 Kata

Di perjalanan pulang menuju sekolah, mereka membeli beberapa makanan dan juga minuman di sebuah minimarket. Willy hanya melihat saja karena uang nya telah habis di berikan pada Ujang. "Ayo kita bagiin." Ajak Dimas pada Willy yang kini tengah menatapnya. "Bagiin ke siapa Dimas?" "Itu." Tunjuk Dimas pada pengamen jalanan yang tengah mencari nafkah di lampu merah. Willy menganggukkan kepalanya dengan cepat dan senyum cerah pun terbit di bibirnya. "Ayo." Mereka pun menyebrang dan mendekati para pengamen. Minuman serta makanan yang tak seberapa namun sangat berharga bagi mereka membuat Willy semakin tergugah hatinya. "Sekarang jam berapa, Qwe?" Tanya Willy. "Jam sembilan nih, udah waktunya istirahat. Tugasnya juga bisa langsung di kumpul sekarang karena kita udah beres." "Yaudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN